Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menembus angka di atas Rp17.000 saat meresmikan 1.062 Kopdes Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026).
Dilansir dari Detik Finance, nilai tukar dolar AS saat ini semakin menekan rupiah hingga menyentuh level Rp17.596 per dolar AS. Angka tersebut menjauhi target asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp16.500.
Prabowo Subianto menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih aman dan terkendali selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap tenang. Fluktuasi ini dinilai tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat di pedesaan karena dampak pelemahan lebih dirasakan oleh kelompok yang sering bertransaksi ke luar negeri.
"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih berlatar belakang pengusaha serta tokoh lain yang sering berinteraksi dengan pihak asing dan bepergian ke luar negeri.
"Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo. Siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Mana lagi ini? Menteri tapi pengusaha coba aku cek mana lagi ini, (Menteri Kelautan dan Perikanan) Trenggono? Nah Trenggono! Sudah nggak keluar negeri? Oh, kau ke pulau-pulau. (Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara) Rosan! Tapi nggak dia sudah botak, nggak apa-apa lo duduk saja," ucap Prabowo.
Selain jajaran kabinet, perhatian Presiden juga tertuju pada Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie yang dinilai akan menghadapi dampak dari pergerakan kurs ini.
"Anin! Anin lo pusing boleh. lo pengusaha, Kadin," ujar Prabowo.
Kendati ada tekanan global, Prabowo menegaskan keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi domestik dan meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas nasional.
"Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat. Dari partai manapun nggak ada urusan. Di semua partai ada patriot, di semua partai ada juga yang brengsek-brengsek," kata Prabowo.