Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR RI ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara. Langkah ini mencetak sejarah baru dalam penyampaian kebijakan ekonomi negara oleh kepala negara secara langsung.
Kehadiran pemimpin negara di Kompleks Parlemen tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopo, dilansir dari Nasional. Momentum ini digunakan untuk memaparkan arah strategis finansial nasional.
"Rencananya Presiden akan menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Selasa (19/5/2026).
Kedatangan kepala negara disambut langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Keduanya kemudian berjabat tangan dan berjalan bersama menyusuri area karpet merah.
Sebelum melangkah ke ruang Rapat Paripurna, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah bersiap menyambut. Agenda dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh jajaran pimpinan DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memaparkan bahwa Prabowo kemungkinan menjadi Presiden Indonesia pertama yang membacakan langsung KEM-PPKF di hadapan anggota dewan. Selama ini, tugas tersebut didelegasikan kepada Menteri Keuangan selaku perwakilan pemerintah.
Sufmi Dasco Ahmad juga menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang melarang kepala negara untuk menyampaikan langsung dokumen arah kebijakan ekonomi tersebut. Pidato ini sekaligus dinilai akan memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam menemukan titik stabilisasi di pasar modal.
Dari sisi internal pemerintahan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan esensi dari kehadiran langsung sang Presiden. Menurutnya, ada pesan persatuan yang ingin disampaikan melalui pidato ekonomi tersebut.
"Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa dalam menjaga perekonomian kita," kata Prasetyo.