Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menyampaikan laporan komprehensif mengenai capaian serta kemajuan kinerja pemerintah dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2026 mendatang. Agenda tersebut bertepatan dengan pidato kenegaraan serta penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia pada Rabu (20/5).
"Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk kembali di mimbar ini bulan Agustus yang akan datang untuk menyampaikan laporan kemajuan-kemajuan yang telah berhasil menjelang kemerdekaan negara kita yang ke-81 tahun," ujar Presiden Prabowo.
Laporan penataan logistik nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu poin utama yang disiapkan. Saat ini, fondasi tersebut ditopang oleh operasi 1.061 unit Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah.
Target ekspansi masif kemudian ditetapkan sebanyak 20.000 unit koperasi pada bulan Agustus. Pemerintah memproyeksikan jumlah tersebut mampu menembus angka 60.000 unit pada akhir tahun demi menjaga stabilitas logistik di tingkat akar rumput.
Langkah strategis lain yang diambil pemerintah fokus pada akselerasi hilirisasi domestik untuk menghadapi krisis energi global. Prioritas kerja mencakup percepatan produksi biosolar dari Crude Palm Oil (CPO) serta kajian konversi sawit menjadi bensin.
Pemerintah juga mendorong pemrosesan batu bara menjadi solar dan gas, serta pemanfaatan batang jagung selaku limbah pertanian untuk energi memasak murah. Selain itu, pembangunan PLTS ditargetkan mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu tiga tahun.