Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan sindiran tajam terhadap pihak-pihak yang kerap menyebarkan narasi negatif mengenai kondisi Indonesia. Sindiran ini ditujukan kepada mereka yang sering menyebut Indonesia sebagai negara yang gelap atau memiliki prospek suram.
Dilansir dari Kompas, dalam pidatonya di acara ground breaking sebuah proyek di Cilacap, Jawa Tengah, Presiden menegaskan bahwa saat ini Indonesia mulai menunjukkan kemandirian hidup yang signifikan. Namun, ia menyayangkan masih adanya suara-suara yang meragukan masa depan bangsa.
Prabowo bahkan secara terbuka mempersilakan pihak-pihak yang terus-menerus mengusung narasi negatif tersebut untuk meninggalkan tanah air. Secara spesifik, ia menyebut negara Yaman sebagai tujuan bagi mereka yang ingin melarikan diri dari Indonesia.
"Prabowo mempersilakan pihak-pihak yang sering menyampaikan narasi negatif soal Indonesia untuk kabur ke Yaman."
Selain memberikan kritik, Kepala Negara juga menyampaikan pesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan intelektual. Ia meminta para intelektual untuk lebih objektif dalam menilai kondisi domestik serta perkembangan situasi global yang sedang terjadi.
Berdasarkan pandangan internasional, Prabowo mengklaim bahwa posisi Indonesia saat ini sangat diperhitungkan di mata dunia. Ia menyebutkan bahwa Indonesia kini telah dianggap sebagai salah satu negara paling aman di tingkat global.
Pernyataan Presiden ini menjadi sorotan dalam diskusi yang melibatkan Politisi Gerindra, Sugiat Santoso, dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Keduanya mengulas lebih dalam mengenai maksud di balik ketegasan sikap yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo tersebut.