Presiden Prabowo Subianto Berencana Perpanjang Tenor KPR Hingga 40 Tahun

Presiden Prabowo Subianto Berencana Perpanjang Tenor KPR Hingga 40 Tahun
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto Berencana Perpanjang Tenor KPR Hingga 40 Tahun.

Presiden Prabowo Subianto berencana menyederhanakan regulasi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat ekonomi lemah dengan memperpanjang tenor pinjaman hingga 40 tahun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Sabtu (2/5/2026), untuk meringankan beban cicilan bulanan bagi buruh, petani, dan nelayan.

Langkah ini diambil karena pemerintah menilai aturan pembiayaan hunian saat ini masih memberatkan jutaan orang. Dilansir dari Kompas, skema cicilan yang ringan dipandang sebagai solusi agar masyarakat tidak lagi sekadar mengontrak rumah, melainkan memiliki aset tempat tinggal pribadi.

Kepala Negara menyoroti kondisi buruh yang menghabiskan sebagian besar pendapatannya hanya untuk biaya sewa. Skema baru ini ditargetkan mengalihkan alokasi dana kontrak rumah menjadi angsuran kepemilikan yang lebih terjangkau lewat durasi pelunasan yang lebih lama.

"Saudara-saudara, tadi saya mengatakan penghasilan 30 persen untuk kontrak (rumah). Nanti, kita akan yakinkan, saudara nanti akan miliki rumah tersebut," ucap Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Beliau menekankan bahwa fleksibilitas waktu pelunasan merupakan kunci utama dalam mempermudah akses hunian bagi kalangan bawah. Jika durasi standar belum mencukupi, pemerintah akan mendorong perpanjangan masa kredit sesuai kemampuan nasabah.

"Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun," ungkap Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Presiden menambahkan bahwa kepastian domisili kelompok pekerja menjadi alasan kuat pemberian fasilitas kredit jangka panjang. Stabilitas pekerjaan buruh, petani, dan nelayan dinilai menjadi jaminan dalam proses pelunasan pinjaman tersebut.

"Karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana, betul? Petani dan nelayan tidak mungkin lari kemana-mana," tegas Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Presiden kembali menegaskan fokus pemerintah untuk menekan pengeluaran rutin pekerja agar dialihkan menjadi investasi properti. Fokus utamanya adalah mengubah kebiasaan membayar sewa menjadi pembayaran cicilan milik sendiri.

"Dari yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk cicil rumahmu sendiri," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.

Saat ini, tenor KPR di Indonesia umumnya ditawarkan antara 5 hingga 25 tahun, dengan beberapa bank yang mampu menjangkau batas 30 tahun. Penentuan durasi tersebut biasanya dipengaruhi oleh usia pemohon, penghasilan bulanan, dan kebijakan internal perbankan terkait batas usia maksimal debitur saat kredit lunas.

Artikel terkait

Rekomendasi