Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026) guna memperkuat hubungan diplomatik dan membahas sejumlah kesepakatan strategis di berbagai sektor.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat Hari Paskah kepada Putin dan rakyat Rusia, mengingat perayaan Paskah Ortodoks jatuh pada 12 April 2026, tepat sehari sebelum kunjungan kenegaraan tersebut berlangsung.
Dilansir dari Nasional, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa tindakan Presiden Prabowo merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan di Rusia. Putin dilaporkan memberikan apresiasi besar atas ucapan tersebut.
"Presiden Putin menyambut baik dan sangat apresiasi kepada Presiden Prabowo dan sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, karena terucap dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Kepada Prabowo, Putin menekankan bahwa Rusia adalah negara multikonfesional yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Rusia mengklaim tetap merayakan seluruh hari raya agama sebagai bagian dari identitas bangsa yang beragam.
Pertemuan di Kremlin ini menghasilkan komitmen kerja sama baru pada bidang energi dan sumber daya mineral, riset, teknologi, serta investasi. Sektor pendidikan dan pertanian juga menjadi poin penting dalam kesepakatan bilateral antara Jakarta dan Moskwa kali ini.
Intensitas hubungan kedua pemimpin negara tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan sepanjang setahun terakhir. Sejak April 2025, Prabowo dan Putin tercatat telah melakukan pertemuan tatap muka sebanyak lima kali di berbagai kesempatan internasional maupun kunjungan resmi.
Pertemuan sebelumnya antara kedua kepala negara tersebut terjadi pada Desember 2025 di lokasi yang sama. Rangkaian kunjungan ini mempertegas arah kebijakan luar negeri Indonesia dalam mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara besar di kawasan Eropa Timur.