Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai langkah terobosan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Apresiasi tersebut diberikan atas inovasi kepolisian dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang serta pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kepala Negara menilai pemanfaatan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif ini sangat krusial di tengah situasi krisis energi global saat ini.
Langkah nyata di lapangan ini juga dipandang sebagai jawaban atas berbagai kritik yang selama ini kerap diarahkan masyarakat kepada institusi kepolisian. Kepala Negara menegaskan bahwa hubungan dekat aparat dengan masyarakat serta kalangan akademisi membuat institusi tersebut mampu melahirkan solusi aplikatif.
"Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, 'Pak, tenang kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.' Waduh, luar biasa," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Melalui inovasi tersebut, bahan sisa yang sebelumnya tidak bernilai kini berhasil diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Tadinya tongkol itu dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Terima kasih Kapolri, terima kasih Polisi RI," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Kerja keras aparat di lapangan ini dianggap sebagai pembuktian positif di tengah banyaknya sorotan negatif yang menerpa Korps Bhayangkara.
"Kalian sering dicaci maki, sedikit-sedikit Polri begini, Polri begitu. Tapi kalian sekarang buktikan," tutur Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Selain briket, perhatian Kepala Negara juga tertuju pada pengembangan pupuk berbahan batu bara berkalori rendah. Inovasi ini dinilai berpotensi besar untuk memperkuat kemandirian sektor pertanian sekaligus menekan ketergantungan terhadap pupuk impor.
"Tadi juga pupuk dari batu bara ini juga luar biasa. Ini mukjizat juga menurut saya. Batu bara kalori rendah kita bisa bikin pupuk," ucap Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Penerapan inovasi ini secara luas diyakini akan memperkokoh posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan pangan.
"Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk luar negeri, kita sangat-sangat kuat," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Guna mendukung kelancaran distribusi briket dan pupuk hasil pengembangan tersebut ke berbagai wilayah, Presiden Prabowo meminta jaringan Koperasi Merah Putih dilibatkan secara aktif sebagai saluran distribusi ke masyarakat.