Prabowo Prediksi Pertahankan Ketum Parpol dalam Reshuffle Kabinet

Prabowo Prediksi Pertahankan Ketum Parpol dalam Reshuffle Kabinet
Foto: Ilustrasi Prabowo Prediksi Pertahankan Ketum Parpol dalam Reshuffle Kabinet.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, memprediksi sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih yang menjabat sebagai ketua umum partai politik tidak akan terkena dampak perombakan kabinet atau reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini dinilai sebagai upaya kepala negara untuk menjamin sokongan politik tetap solid. Dilansir dari Nasional, stabilitas pemerintahan menjadi alasan utama bagi presiden untuk lebih memilih mengganti pejabat yang tidak memiliki latar belakang elite partai politik.

"Ini soal stabilitas, ini soal dukungan politik. Prinsipnya jangan sampai mengurangi jatah partai," kata Adi, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah.

Analisis ini muncul setelah adanya pelantikan sejumlah pejabat baru pada Selasa, 28 April 2026. Menurut Adi, proses kocok ulang jilid kelima tersebut berlangsung tanpa gejolak yang berarti karena didominasi oleh tokoh-tokoh yang sudah ada sebelumnya.

"Reshuffle yang kelima memang tidak terlampau ada hentakannya. Tidak terlampau gaduh," ujar Adi, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah.

Dari total enam pejabat yang dilantik di Istana, aktivis Jumhur Hidayat menjadi satu-satunya nama baru yang masuk dalam jajaran kabinet sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Selebihnya, presiden hanya melakukan rotasi posisi pada tiga pejabat serta memanggil kembali dua wajah lama ke lingkaran kekuasaan.

Kebijakan Prabowo dalam melakukan perubahan susunan pembantu presiden secara bertahap dianggap sebagai strategi untuk meminimalisasi kegaduhan politik. Adi meyakini bahwa proses pembenahan struktur menteri ini masih akan terus berlanjut di masa mendatang.

"Yang namanya pembantu presiden suka suka bosnya dong mau diganti kapan. Pokoknya jangan nyenyak-nyenyak tidurlah kau," tutur Adi, Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah.

Artikel terkait

Rekomendasi