Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) pagi, guna menghormati perjuangan aktivis buruh tersebut.
Peresmian ruang edukasi ini ditandai dengan pembacaan pernyataan resmi serta penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Langkah ini merekam perjalanan hidup Marsinah dari masa kecil hingga perjuangan buruh era 1990-an.
Saat penandatanganan prasasti, Presiden didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta pihak keluarga almarhumah Marsinah. Agenda ini turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih dan tokoh serikat pekerja.
Pengelolaan fasilitas sejarah ini nantinya akan diserahkan kepada struktur kepengurusan resmi di bawah naungan organisasi buruh demi menjaga keteraturan operasional.
"Museum ini akan diurus oleh Yayasan KSPSI, yang saya sudah ditugaskan Pak Ahmad Fauzi, Ketua DPD SPSI Jawa Timur, untuk membentuk kepengurusan museum agar bisa teratur," kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Museum dan Rumah Singgah Marsinah menyajikan deretan diorama yang disusun secara kronologis, mulai dari aksi demonstrasi buruh tahun 1990-an, momen May Day 2025, hingga penobatan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Kompleks ini juga menyediakan fasilitas akomodasi gratis di area belakang untuk para pengunjung yang datang dari luar daerah.
"Ini ada rumah singgah di belakang (museum), yang kami buat untuk para peziarah yang tidak mendapatkan penginapan, dan ini digratiskan. Hanya maksimal satu malam, karena takutnya jadi tempat tinggal," kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Gedung bersejarah ini dijadwalkan mulai dibuka secara resmi untuk masyarakat umum dalam waktu tujuh hari setelah peresmian, dengan jam operasional yang ditetapkan mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.