Presiden Prabowo Subianto memilih seekor sapi jenis Limosin Simental seberat 1 ton 70 kilogram asal Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk dikurbankan pada perayaan Iduladha mendatang. Sapi bernama Suro tersebut laku terjual seharga Rp115 juta setelah melalui proses seleksi ketat.
Hewan kurban milik peternak bernama Hasan (48) ini terpilih setelah sebelumnya sempat menjadi kandidat pada tahun lalu, namun gagal karena bobot yang belum mencukupi. Dilansir dari Investor Daily, sapi tersebut telah dipelihara selama 4,5 tahun dan dipastikan dalam kondisi sehat menjelang hari penyembelihan.
Hasan menceritakan bahwa sapi peliharaannya baru berhasil memenuhi kriteria berat minimal satu ton pada tahun ini. Kepastian terpilihnya Suro sebagai hewan kurban kepresidenan dikonfirmasi saat ditemui di kandangnya pada Kamis (14/5/2026).
"Ceritanya sih sudah dari tahun kemarin dilirik oleh Dinas Peternakan untuk kandidat kurban Pak Prabowo. Cuma tahun kemarin berat badannya belum sampai 1 ton. Nah, tahun ini baru tercapai," ujar Hasan, peternak sapi.
Pemilik mengungkapkan rasa bangganya meskipun harga jual tersebut dinilai masih di bawah harga pasar untuk kategori sapi sejenis. Hasan membeli sapi tersebut tiga tahun lalu dari wilayah Kaliaman seharga Rp37 juta sebelum akhirnya dibeli oleh Presiden Prabowo.
"Perasaan saya tentu senang dan bangga. Walaupun kalau bicara harga sebenarnya ini termasuk murah dibanding yang lain, tapi ada kebanggaan tersendiri karena dibeli oleh Pak Presiden," kata Hasan.
Metode penggemukan Suro dilakukan secara tradisional tanpa bantuan konsentrat kimia untuk menjaga kualitas daging. Hasan menjelaskan bahwa pakan yang diberikan hanya mengandalkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya.
"Ini alami, Mas. Makanannya cuma rumput segar, minumnya air dicampur katul atau dedak. Saya malah tidak pakai konsentrat," ungkap Hasan.
Sapi kurban tersebut rencananya akan disalurkan ke Masjid Al-Iman di Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara. Karena fasilitas masjid yang terbatas, pemotongan direncanakan berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bangsri untuk kemudian didistribusikan kepada warga sekitar.
"Yang penting sekarang dijaga kesehatannya sampai hari-H agar tetap fit," tutup Hasan.