Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemimpin yang tidak mampu mengemban tugas dengan baik harus dievaluasi hingga dicopot dari jabatannya. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara panen raya jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri pada Sabtu (16/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Kepala Negara menganalogikan sistem kepemimpinan dalam sebuah organisasi seperti tim sepak bola. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim merupakan andil dari kerja baik manajer, pelatih, hingga kapten kesebelasan.
"Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang, ya managernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, benar enggak? kontrak diperpanjang. Benar kan?" ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.
Presiden kemudian memberikan peringatan keras terhadap pejabat yang tidak menunjukkan kinerja optimal. Ia menekankan pentingnya ketegasan dalam sebuah kepemimpinan hidup.
"Kalau enggak beres, copot. Sederhana. Ini namanya hidup," lanjutnya.
Prabowo juga sempat memberikan sindiran bagi para pemimpin yang tetap memaksakan diri mempertahankan posisi mereka meskipun tidak berhasil mencatatkan pencapaian.
"Jadi jangan kau pengen jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah kalah kalah ingin diperpanjang terus, ya enggak," ujarnya.
Sebagai bentuk objektivitas, Prabowo memberikan contoh keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sukses mempercepat target swasembada pangan dari empat tahun menjadi satu tahun. Atas prestasi tersebut, Amran dianugerahi Bintang Jasa Utama.
"Terpaksa saya kasih bintang jasa utama, bukan hari pahlawan, bukan 17 Agustus kasih bintang, kalau dia berhasil tahun ini lagi, gimana gue kasih bintang lagi ya kan. Bintang kelas apalagi waduh ini," tutur Kepala Negara.
Selain Menteri Pertanian, apresiasi juga diberikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kontribusi korps kepolisian dalam menyokong program makanan bergizi gratis (MBG).
"Ini saya lihat Pak Listyo ini berhasil, ya gimana, aku mau ngomong apa, MBG aku lihat hebat paling bersih. Tertib. Ini bukan saya sok muji-muji lho, aku pelit juga tuh kalau kasih penghargaan, tapi saya ingin objektif," tutur dia.
Langkah inovatif kepolisian dalam mengolah tongkol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif turut menuai pujian Presiden. Sektor pangan disebut sebagai pilar strategis bagi masa depan negara.
"Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita, itu berarti anda mengamankan masa depan kita, kedaulatan kita," pungkasnya.