Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas keputusan politik mereka untuk menjadi oposisi di luar pemerintahan pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sikap politik partai berlambang banteng tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata bagi iklim demokrasi. Langkah ini dipandang penting demi menjaga mekanisme pengawasan dan keseimbangan terhadap jalannya roda pemerintahan eksekutif, seperti dilansir dari Media Indonesia.
"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah. Dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ungkap Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Mantan Menteri Pertahanan tersebut menegaskan bahwa seorang pemimpin di tingkat mana pun wajib memiliki kelapangan dada dalam menerima masukan. Pengawasan eksekutif secara ketat dari kekuatan politik luar struktur dinilai menjadi instrumen penyelamat jalannya pemerintahan negara.
"Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan Saudara," pungkas Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Di sisi lain, pemimpin negara ini tidak menampik adanya keinginan personal agar seluruh partai politik dapat melebur dan bergotong royong di dalam satu barisan. Namun, ia menyadari bahwa tiadanya fungsi kontrol dari pihak luar justru berdampak buruk bagi kesehatan sistem demokrasi nasional.
"Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.