Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Peran Oposisi PDIP di DPR

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Peran Oposisi PDIP di DPR
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Peran Oposisi PDIP di DPR.

Mekanisme pengawasan terhadap pemerintah dinilai Presiden Prabowo Subianto tetap penting demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam pidato Rapat Paripurna DPR di Jakarta pada Rabu (20/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Apresiasi khusus diberikan Kepala Negara kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang konsisten mengambil langkah politik di luar pemerintahan. Sikap politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut dipandang sebagai bagian krusial dari penyeimbang roda pemerintahan.

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Sistem gotong royong yang menyatukan seluruh partai politik dalam satu kubu pemerintahan sebenarnya menjadi preferensi pribadi sang presiden. Kendati demikian, ia menyadari jika kondisi tanpa oposisi berpotensi memberikan dampak yang kurang sehat bagi iklim demokrasi.

"Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi," kata Presiden Prabowo Subianto.

Kritik tajam yang dilayangkan oleh para kader PDIP pun tidak jarang membuat perasaannya terenyuh. Namun, presiden memandang fungsi kritik tersebut krusial guna menjadi rambu-rambu pengingat bagi pihak penguasa.

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Hubungan personal masa lalu bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut diungkapkan dalam kesempatan tersebut. Prabowo mengenang momen saat dirinya mendapatkan sokongan dari Megawati di bidang ekonomi ketika posisinya sedang berada di luar lingkar kekuasaan.

"Waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi," kata Presiden Prabowo Subianto.

Netralitas Megawati juga teruji sewaktu dirinya mengikuti proses lelang proyek pemerintahan di masa lalu. Megawati kala itu meminta pengerjaan proyek berjalan adil tanpa intervensi politik.

"Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Sikap kepemimpinan masa lalu itu kini diadopsi penuh dalam menjalankan roda pemerintahan pusat sekarang. Afiliasi politik dipastikan tidak akan memengaruhi keputusan objektif pemenang tender proyek negara.

"Saya sekarang presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik kalau dia benar dia menang dengan benar harus kita berikan," katanya Presiden Prabowo Subianto.

Artikel terkait

Rekomendasi