PPIH Siagakan Petugas di Lima Pos Jalur Jamarat Mina

PPIH Siagakan Petugas di Lima Pos Jalur Jamarat Mina
Foto: Ilustrasi PPIH Siagakan Petugas di Lima Pos Jalur Jamarat Mina.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu jamaah haji Indonesia selama menjalani puncak haji di Mina. Langkah antisipasi ini diambil mengingat fase di Mina menjadi salah satu tahapan yang paling menguras fisik jamaah, terutama saat melontar jumrah di Jamarat.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, para petugas nantinya disebar dan bersiaga di lima titik pos di sepanjang jalur Jamarat. Jamaah yang membutuhkan bantuan dapat mengenali mereka dengan mudah melalui seragam dan topi berwarna cokelat yang dikenakan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau agar jamaah haji 2026 menyiapkan stamina fisik yang prima dan beristirahat cukup. Hal ini diperlukan guna menghadapi rute pejalan kaki yang cukup panjang di jalur Mina menuju Jamarat.

"Dari tenda terjauh kita di markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari," kata Dahnil saat meninjau fasilitas tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, Sabtu (23/5).

Fase di Mina membutuhkan pergerakan fisik yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah. Pada kedua fase tersebut, jamaah justru lebih banyak berdiam diri untuk berdoa dan berzikir.

Dahnil merinci, estimasi total jarak tempuh berjalan kaki bagi jamaah yang mengambil pilihan nafar awal akan mencapai 21 kilometer. Sementara itu, bagi jamaah yang mengambil pilihan nafar tsani, total jarak tempuh berjalan kaki membengkak menjadi sekitar 28 kilometer.

Kehadiran petugas di sepanjang jalur krusial ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi jamaah. Dahnil meminta jamaah untuk tetap tenang dan selalu berada dalam kelompoknya masing-masing.

"Informasi penting untuk jamaah calon haji kita yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan. Jika membutuhkan bantuan, petugas berseragam cokelat akan tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jamaah calon haji butuh pertolongan," ujar Dahnil.

Sebelumnya, PPIH Arab Saudi telah melakukan pengecekan terowongan menuju Jamarat atau lokasi lempar jumrah di Mina, Mekah, pada Senin (18/5). Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan matang menghadapi puncak haji.

Kementerian Haji dan Umrah juga memperketat penataan tenda jamaah di Arafah pada Jumat (22/5). Penataan ketat tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh jamaah haji 2026 mendapatkan hak pelayanan secara adil, tertib, dan merata.

Di sisi lain, Timwas Haji DPR RI turut mengimbau 241 ribu jamaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan. Jamaah diminta mengurangi aktivitas berat menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Kamis (21/5).

Kementerian Haji dan Umrah sendiri telah menyiapkan Satgas Operasional Armuzna untuk mengawal puncak haji 2026. Jamaah diminta disiplin mematuhi jadwal pergerakan mulai 25 Mei guna menghindari kepadatan di area Arafah dan Mina.

Terkait pergerakan jamaah, layanan bus shalawat yang memfasilitasi jamaah haji Indonesia dari hotel menuju Masjidil Haram dihentikan sementara sejak Jumat (22/5) pukul 18.00 Waktu Arab Saudi. Penghentian sementara ini dilakukan demi kelancaran persiapan transportasi puncak haji.

Anggota Amirulhaj Muhaimin Iskandar menilai pelaksanaan operasional haji 2026 sejauh ini berjalan mulus sesuai rencana. Saat ini, pemerintah terus mematangkan kesiapan skema Armuzna dan jadwal pergerakan jamaah.

Artikel terkait

Rekomendasi