Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menginstruksikan seluruh petugas haji untuk memprioritaskan pelayanan kepada jamaah selama menjalankan tugas di Tanah Suci pada musim haji 2026. Arahan ini disampaikan dalam pembekalan operasional di Asrama Haji Medan pada Jumat (1/5/2026) guna memastikan keselamatan dan kenyamanan ibadah.
Sebanyak 5.990 calon haji asal Sumatera Utara dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi dalam rentang waktu 22 April hingga 11 Mei 2026. Jumlah tersebut mencakup 68 petugas haji kloter yang akan mendampingi jamaah selama operasional berlangsung, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menekankan bahwa dedikasi petugas dalam melayani jamaah merupakan bagian dari ibadah personal mereka. Ia memberikan pemantapan kepada berbagai unsur petugas, mulai dari tim kesehatan hingga pembimbing ibadah.
"Petugas harus utamakan pelayanan ibadah haji di Tanah suci sebagai amal jariah," ujar Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan.
Zulkifli yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara menjelaskan bahwa tanggung jawab besar berada di pundak para koordinator lapangan. Kelancaran perjalanan dan pelaksanaan ibadah sangat bergantung pada peran aktif ketua rombongan.
"Ketua rombongan yang akan bertanggung jawab mendampingi dan mengoordinasikan jamaah calon haji selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah," kata Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan.
Lingkup pelayanan yang wajib diberikan oleh petugas meliputi tiga aspek utama, yaitu bimbingan ibadah, pemantauan kesehatan, serta pendampingan umum. Hal ini berlaku bagi seluruh petugas, termasuk Petugas Haji Daerah (PHD) dan tenaga paramedis.
"Baik dari aspek ibadah, kesehatan maupun pendampingan selama operasional musim haji tahun ini berlangsung," kata Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan.
Zulkifli mengingatkan bahwa Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) adalah garda terdepan karena mereka berinteraksi langsung dengan jamaah setiap hari. Kesabaran menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
"Bapak dan ibu yang menjadi karom dan karu adalah orang-orang pilihan diberikan amanah melayani tamu Allah. Jalankan tugas ini penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab," tutur Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan.
Pihak penyelenggara menaruh perhatian khusus pada perlindungan jamaah lanjut usia yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi. PPIH berharap seluruh elemen petugas dapat bersinergi untuk membangun suasana ibadah yang kondusif.
"Semoga layanan yang kita berikan kepada jamaah calon haji menjadi nilai ibadah bagi kita semua," papar Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan.