Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah mengintensifkan program Visitasi dan Edukasi (Visduk) di seluruh sektor wilayah Makkah pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat pemahaman petugas dan jemaah haji Indonesia mengenai protokol kesehatan serta teknis bimbingan ibadah selama di Tanah Suci.
Program sosialisasi ini menyasar berbagai elemen, mulai dari petugas di sektor hingga mitra Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Dilansir dari Investor Daily, upaya edukasi ini mencakup materi krusial seperti pelindungan jemaah dan etika bermedia sosial demi menjamin kenyamanan proses ibadah.
"Jadi kegiatan sosialisasi ini kita laksanakan insyaallah tiap hari dan melaksanakannya ke seluruh sektor. Tidak lain sebagai upaya kita untuk memberikan pelayanan kepada para jemaah, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para petugas di sektor, juga tentunya mitra kita bersama para pembina Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU)," ujar Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal.
Ihsan menekankan bahwa integrasi materi kesehatan dan keamanan sangat vital bagi keberhasilan pelaksanaan rukun haji bagi setiap individu. Pihaknya berharap seluruh informasi yang diberikan dapat mendukung pencapaian haji yang mabrur bagi jemaah asal Indonesia.
"Jadi semua poin-poin tersebut tentu sangat bermanfaat buat kesehatan para jemaah, keamanan dan kenyamanan para jemaah, dan lebih khusus adalah kemabruran hajinya para jemaah," ujar Ihsan Faisal.
Peningkatan kualitas layanan juga bertumpu pada kolaborasi yang solid di lapangan. Ihsan memberikan penegasan khusus mengenai pentingnya sinkronisasi antara petugas kloter dengan pihak pembimbing dari KBIHU dalam menangani kebutuhan jemaah.
"Oh ya, sebetulnya kita harus semakin memperbaiki atau meningkatkan komunikasi ya, jadi interaksi ataupun hubungan, koordinasi antara petugas Kloter dengan KBIHU itu tentu harus kita jaga," tutur Ihsan Faisal.
Salah satu fokus utama dalam edukasi tersebut adalah pengaturan aktivitas fisik, termasuk pelaksanaan umrah sunnah. PPIH meminta jemaah untuk bersikap proporsional agar kondisi kesehatan tetap terjaga menjelang puncak haji.
"Sebagai contoh, kita dalam sosialisasi tadi ya, misalkan masalah pembimbingan ibadah ya, kita bukan berarti melarang para jemaah untuk melaksanakan umroh sunnah, tapi kita memberikan edukasi untuk bisa membatasi," ucap Ihsan Faisal.
Pembatasan ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap risiko kelelahan ekstrem yang sering menimpa jemaah akibat aktivitas berlebih di luar ruangan. Faktor cuaca dan kepadatan menjadi pertimbangan utama dalam pemberian edukasi tersebut.
"Membatasi itu artinya supaya jamaah pun tidak berakibat yang kurang baik ya, misalkan kesehatannya karena terlalu sering beraktifitas di luar, itu kan bisa menyebabkan kecapehan dan sebagainya," ungkap Ihsan Faisal.
Kegiatan yang berlangsung di Sektor 1 Syisyah ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari petugas PPIH, petugas kloter, serta pembina KBIHU. Dirjen Pelayanan Haji sekaligus Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan, turut hadir memberikan arahan strategis dalam agenda tersebut.