Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan peringatan penting bagi para jemaah agar menjaga kondisi fisik tetap prima selama di Tanah Suci. Hal ini dilakukan demi memastikan kesehatan jemaah tidak menurun sebelum memasuki fase puncak ibadah.
Seperti dikutip dari Cahaya, jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri terus-menerus melakukan ibadah di Masjidil Haram jika kondisi tubuh kurang memungkinkan. Upaya menjaga stamina menjadi kunci utama karena rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) membutuhkan kekuatan fisik yang besar.
Imbauan khusus ini ditujukan terutama bagi jemaah kategori lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta. Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daker Makkah menekankan pentingnya meluruskan pemahaman mengenai lokasi ibadah.
Tim Pelaksana Bimbad PPIH Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, menjelaskan bahwa seluruh kawasan Tanah Haram pada dasarnya memiliki keutamaan yang besar untuk beribadah.
"Salat di sini pahalanya berlipat," ujarnya usai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di kawasan Syisyah, Selasa (5/5/2026).
Menurut Aziz, niat jemaah untuk beribadah langsung di pusat Masjidil Haram adalah hal yang mulia, namun tetap harus mempertimbangkan batas kemampuan fisik individu. Ia mengingatkan bahwa prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan diri adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan.
"Kalau fisiknya memungkinkan, silakan. Tapi jangan sampai memaksakan diri hingga membahayakan," katanya.
PPIH juga menyoroti risiko keamanan dan keselamatan akibat tingginya kepadatan pengunjung di Masjidil Haram. Selain ancaman kelelahan fisik, risiko jemaah tersesat di area masjid yang sangat luas menjadi kekhawatiran tersendiri.
Faktor banyaknya pintu masuk serta banyaknya jumlah pengunjung seringkali membuat jemaah kehilangan arah. Hal ini dapat berakibat fatal bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu jika terpisah dari rombongan dalam waktu lama.
"Sering jemaah lupa pintu masuk, tempat wudu, atau titik pertemuan. Ini yang perlu diantisipasi," ujar Aziz.
Guna meminimalisir risiko tersebut, PPIH menyarankan jemaah yang memiliki keterbatasan fisik untuk mengoptimalkan ibadah di masjid yang berada di area hotel masing-masing.
Fokus Persiapan Menuju Puncak Haji
Saat ini, sebagian besar jemaah asal Indonesia yang berada di Makkah telah menyelesaikan rangkaian umrah wajib. Fokus utama kini beralih pada pemulihan dan penguatan kondisi fisik menyongsong fase Armuzna yang sangat menguras energi.
Kepala Seksi Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) serta KBIHU PPIH Daker Makkah, Erti Herlina, mengonfirmasi bahwa mayoritas jemaah sudah memasuki tahap persiapan akhir.
"Alhamdulillah hampir 90 persen jemaah yang tiba di Makkah sudah melaksanakan umrah wajib. Sekarang fokus kita adalah persiapan menuju puncak ibadah," katanya, Selasa (5/5/2026).
Erti berharap para jemaah bisa lebih bijak dalam mengatur jadwal aktivitas ibadah harian mereka. Kesadaran untuk mengukur kemampuan diri dianggap sangat krusial agar jemaah tetap bugar hingga seluruh prosesi haji selesai dilaksanakan secara sempurna.