Amerika Serikat dilaporkan berpotensi mengakhiri kesepakatan gencatan senjata dengan Iran pada Minggu, 26 April 2026, yang memicu kesiagaan militer Israel untuk melanjutkan operasi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Selat Hormuz.
Kondisi ini muncul berdasarkan laporan media Israel yang menyebutkan bahwa pihak Tel Aviv kini sedang menunggu persetujuan dari Washington terkait langkah militer selanjutnya. Ketidakkonsistenan kebijakan luar negeri Amerika Serikat menjadi sorotan utama dalam perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret, Septyanto Galan Prakoso, memberikan analisis terkait pola kebijakan yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kesepakatan internasional yang ada saat ini.
"Perpanjangan gencatan senjata hanya sepihak dari Trump tanpa batas waktu. Ini membuka kemungkinan AS menggunakan momentum untuk menyerang pemimpin tertinggi Iran," ujarnya Septyanto Galan Prakoso, Dosen Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret.
Penilaian tersebut disampaikan dalam program Breaking News pada Jumat, 24 April 2026, sebagaimana dilansir dari Kompas. Di sisi lain, dampak ekonomi dan reputasi menjadi poin krusial yang harus dipertimbangkan oleh pihak Gedung Putih jika perang benar-benar pecah.
Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf menyoroti besarnya beban finansial yang harus ditanggung Amerika Serikat apabila terlibat dalam konfrontasi militer secara terbuka dengan Teheran di masa mendatang.
"Belum lagi perbaikan pangkalan udara, serta risiko turunnya pamor Amerika sebagai negara adidaya," kata Faisal Assegaf, Pengamat Timur Tengah.
Estimasi biaya operasional militer diprediksi sangat tinggi hingga menyentuh angka 1 miliar dolar AS setiap harinya. Faisal menekankan bahwa angka tersebut belum mencakup biaya yang diperlukan untuk pemulihan berbagai infrastruktur militer yang kemungkinan besar akan mengalami kerusakan serius.
"Belum lagi perbaikan pangkalan udara, serta risiko turunnya pamor Amerika sebagai negara adidaya," kata Faisal Assegaf, Pengamat Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan masa berlaku gencatan senjata tersebut. Situasi di Timur Tengah masih berada dalam ketidakpastian tinggi seiring dengan penantian sikap resmi dari otoritas Washington terkait status hubungan diplomatik dan militer dengan Iran.