Jemaah haji asal Indonesia dipastikan menerima asupan makanan sebanyak tiga kali sehari selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dilansir dari Kompas, volume porsi yang diberikan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Langkah penambahan takaran ini diambil sebagai upaya untuk menjaga stamina dan kondisi fisik para jemaah. Hal ini sangat krusial mengingat rangkaian ibadah haji memerlukan energi yang besar dan kondisi fisik yang prima.
Setiap menu yang disiapkan harus melewati tahapan pemeriksaan yang sangat ketat sebelum sampai ke tangan jemaah. Proses pengecekan dilakukan guna menjamin kualitas rasa, kelayakan nutrisi, serta keamanan konsumsi tetap terjaga.
Petugas melakukan verifikasi detail terhadap setiap takaran komponen makanan agar sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan. Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan kualitas, makanan tersebut baru didistribusikan ke berbagai hotel tempat menginap.
Porsi makan bagi jemaah haji tahun ini dirancang lebih padat nutrisi dengan komposisi yang seimbang. Setiap porsi terdiri dari 170 gram karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi utama selama beraktivitas.
Selain karbohidrat, jemaah juga mendapatkan 80 gram lauk pauk sebagai sumber protein dan 75 gram sayuran untuk asupan serat. Menu harian ini juga senantiasa dilengkapi dengan buah-buahan segar dan air mineral guna mendukung hidrasi tubuh.