Polri Tangkap 320 WNA Terkait Sindikat Judi Online Internasional

Polri Tangkap 320 WNA Terkait Sindikat Judi Online Internasional
Foto: Ilustrasi Polri Tangkap 320 WNA Terkait Sindikat Judi Online Internasional.

Bareskrim Polri mengamankan 320 warga negara asing (WNA) yang diduga mengoperasikan sindikat judi online internasional di sebuah kantor di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026). Penangkapan massal ini memicu desakan publik agar pemerintah memperketat pengawasan guna mencegah Indonesia menjadi basis operasi baru bagi jaringan kejahatan lintas negara.

Dilansir dari Nasional, ratusan WNA tersebut terdiri dari 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga orang dari Malaysia dan Kamboja. Selain ratusan WNA, polisi juga mengamankan satu warga negara Indonesia (WNI) dalam operasi tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa para pelaku ditangkap saat sedang menjalankan aktivitas operasional situs perjudian. Kepolisian berhasil mengidentifikasi sedikitnya 75 domain dan situs web yang digunakan sebagai sarana judi dengan metode karakter khusus untuk menghindari pemblokiran.

"Kami menemukan dugaan aktivitas perjudian yang dilakukan secara terorganisir dan melibatkan WNA dari berbagai macam negara," ujar Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, Dirtipidum Bareskrim Polri.

Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan dukungan terhadap langkah Polri dan menekankan perlunya antisipasi yang dilakukan secara terus-menerus. Ia memperingatkan agar wilayah Indonesia tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai lokasi utama kegiatan ilegal tersebut.

"Pengetatan atau antisipasi terkait dengan hal itu ya harus dilakukan bukan hanya sekarang, tapi secara berkala. Hal ini penting karena ini juga untuk menjaga jangan sampai ini menjadi semakin luas dan melebar," ujar Puan Maharani, Ketua DPR.

Puan juga menyampaikan kekhawatirannya jika pengawasan melemah, Indonesia berpotensi menjadi titik persinggahan tetap bagi sindikat internasional.

"Kita harus melakukan antisipasi jangan sampai ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online, tentu saja itu jangan sampai terjadi," ujar Puan Maharani, Ketua DPR.

Kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, menganalisis bahwa pergeseran basis operasi ke Indonesia dipicu oleh penindakan keras di negara lain seperti Vietnam. Ia menilai keberhasilan Polri mengungkap kasus ini sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan arah pergerakan jaringan kriminal.

ÔÇ£Kemampuan Polri mengungkap itu sebetulnya buah antisipasi. Polri sudah melihat gelagat bahwa mereka akan pindah kantor ke tempat target pasar mereka yakni Indonesia," kata Adrianus Meliala, Kriminolog.

Adrianus menganalogikan pola kejahatan transnasional ini dengan tekanan pada sebuah benda yang berpindah lokasi saat satu sisi diperketat.

"Kejahatan Trans-National mirip dengan balon yang jika dipencet bagian kiri maka akan membesar bagian kanan. Dan sebaliknya," ujar Adrianus Meliala, Kriminolog.

Menurutnya, tindakan pemerintah negara tetangga berdampak langsung pada migrasi aktivitas ilegal tersebut ke wilayah domestik.

ÔÇ£Saat kemarin Pemerintah Vietnam mengadakan operasi besar-besaran, maka kegiatan pindah kantor ke Indonesia,ÔÇØ ujar Adrianus Meliala, Kriminolog.

Setelah penangkapan, para WNA tersebut kemudian dipindahkan dari Hayam Wuruk Plaza Tower menuju sejumlah kantor dan rumah detensi imigrasi pada Minggu (10/5/2026). Polisi masih mendalami keterkaitan jaringan ini dengan struktur sindikat internasional lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi