Kepolisian Negara Republik Indonesia menyiagakan sebanyak 317.666 personel untuk mengawal kelancaran malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Pengerahan pasukan dalam skala besar ini bertujuan memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh penjuru tanah air.
Dilansir dari Investortrust, langkah pengamanan ini didukung dengan pengoperasian 2.746 pos operasi yang tersebar di titik-titik krusial. Fasilitas tersebut mencakup 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu guna melayani kebutuhan publik secara optimal.
Fokus pengamanan diarahkan pada ribuan objek vital dan lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat. Pemetaan mencakup 121.803 masjid, 54.561 area pelaksanaan salat Idulfitri, hingga infrastruktur transportasi seperti 618 terminal dan 562 pelabuhan.
Selain sarana transportasi laut dan darat, petugas juga disiagakan pada 182 bandara dan 268 stasiun kereta api. Pusat perbelanjaan yang mencapai 2.966 lokasi serta 4.647 kawasan wisata rekreasi turut menjadi prioritas pemantauan keamanan.
Brigjen Pol Tjahyono selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat 2026 menyatakan bahwa seluruh jajaran di tingkat kewilayahan telah siap menjalankan tugas. Kesiapan ini ditekankan terutama pada lokasi-lokasi ibadah yang akan memfasilitasi pelaksanaan salat Idulfitri.
"Pengamanan sudah disiapkan oleh kewilayahan, untuk masjid-masjid atau tempat ibadah yang akan digunakan salat Idulfitri. Jadi kesatuan kewilayahan sudah siap semua melakukan pengamanan," kata Tjahyono.
Penerapan Pola Preventif dan Koordinasi Terpadu
Strategi keamanan yang diterapkan mengutamakan tindakan preemtif dan preventif, namun tetap didukung penegakan hukum yang tegas jika diperlukan. Personel di lapangan juga mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas dan gangguan kamtibmas saat pelaksanaan takbir keliling.
Operasi ini dilakukan secara sinergis dengan melibatkan unsur TNI serta pemangku kepentingan terkait lainnya. Tim gabungan bertugas melakukan pengaturan arus lalu lintas dan memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat melalui sambungan hotline 110.
Pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas agar warga tidak menyalakan petasan atau kembang api yang dapat membahayakan keselamatan umum. Polri berharap masyarakat merayakan momen kemenangan ini dengan tertib, menghindari aksi anarkis, serta aktif menjaga kondusifitas lingkungan.