Polri Bangun 33 Satuan Pelayanan Gizi di Wilayah 3T

Polri Bangun 33 Satuan Pelayanan Gizi di Wilayah 3T
Foto: Ilustrasi Polri Bangun 33 Satuan Pelayanan Gizi di Wilayah 3T.

Kepolisian Negara Republik Indonesia membangun 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) demi memeratakan akses pangan sehat bagi masyarakat. Langkah ini diumumkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri panen raya jagung dan peletakan batu pertama gudang ketahanan pangan di Jakarta pada Sabtu (16/5/2026).

Penyediaan fasilitas penunjang nutrisi tersebut menjadi bagian dari langkah nyata kepolisian dalam mengawal program makan bergizi gratis yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, sebagaimana dilansir dari Nasional. Secara keseluruhan, korps bhayangkara menargetkan pendirian hingga 1.500 unit SPPG di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2026.

Saat ini, institusi kepolisian tercatat telah memiliki 1.376 unit SPPG, dengan rincian 736 unit sudah beroperasi aktif, 172 unit memasuki fase persiapan, dan 468 unit lainnya tengah dalam proses konstruksi. Jika seluruh sarana tersebut telah berfungsi penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan gizi bagi 3,44 juta orang serta membuka lapangan pekerjaan untuk 68.000 tenaga kerja.

Kapolri menegaskan komitmen institusinya dalam memperluas jangkauan layanan guna meningkatkan derajat kesehatan publik saat menyampaikan sambutan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

ÔÇ£Selain itu Polri juga sedang bangun 33 SPPG di wilayah 3T sebagai wujud dukungan terhadap perluasan pemerataan akses pemenuhan gizi,ÔÇØ ujar Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal.

Manajemen mutu dan kelayakan konsumsi juga menjadi fokus utama dalam operasional seluruh unit pelayanan makanan ini. Pihak kepolisian memastikan setiap fasilitas telah mengantongi berbagai dokumen legalitas formal mulai dari sertifikasi penjamah makanan, kelaikan higienis sanitasi, jaminan produk halal, hingga pengujian laboratorium air resmi.

ÔÇ£SPPG Polri telah memiliki sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higienis sanitasi, sertifikat jaminan produk halal, sertifikat uji laboratorium air serta menerapkan prinsip safety secara konsisten,ÔÇØ kata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal.

Di samping aspek kesehatan, adopsi teknologi ramah lingkungan turut diimplementasikan pada sektor energi operasional dapur. Sebanyak 47 unit SPPG kini dilaporkan sudah beralih menggunakan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) sebagai sumber bahan bakar utama.

Peningkatan kualitas pangan ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

ÔÇ£Penyediaan pangan menjadi pondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat dan berdaya saing,ÔÇØ kata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal.

Artikel terkait

Rekomendasi