Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan Nasional hingga Juni 2026

Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan Nasional hingga Juni 2026
Foto: Ilustrasi Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan Nasional hingga Juni 2026.

Kepolisian Negara Republik Indonesia menargetkan kepemilikan 28 gudang ketahanan pangan pada Juni 2026 untuk menyokong stabilitas pasokan komoditas nasional. Penegasan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara panen raya jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang pangan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi korps bhayangkara dalam memperkuat kedaulatan pangan, seperti dilansir dari Nasional. Saat ini, sebanyak 18 fasilitas penyimpanan telah didirikan di 12 provinsi, sementara pengerjaan 10 unit tambahan resmi dimulai secara serentak.

ÔÇ£Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan pada lahan Polri di 12 provinsi, pada hari ini akan dilaksanakan groundbreaking secara serentak pembangunan 10 gudang ketahanan pangan,ÔÇØ ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Jumlah sarana penyimpanan tersebut dipastikan akan bertambah seiring dimulainya fase konstruksi baru. Setiap unit gudang dirancang memiliki daya tampung sebesar 1.000 ton, sedangkan sarana penyimpanan utama disiapkan untuk menampung pasokan hingga 10.000 ton.

ÔÇ£Sehingga total gudang ketahanan Polri nantinya akan mencapai 28 unit,ÔÇØ lanjut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penyediaan infrastruktur logistik ini diintegrasikan dengan jaringan distribusi milik Perum Bulog demi mendongkrak kapasitas penyerapan hasil bumi. Manajemen stok yang baik diharapkan dapat mencegah fluktuasi harga komoditas strategis di pasar domestik.

ÔÇ£Pembangunan gudang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di berbagai wilayah tidak hanya jagung namun juga beras dan berbagai komoditas pangan lainnya,ÔÇØ ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain memperluas jaringan pergudangan, kepolisian juga mengadopsi berbagai teknologi pertanian tepat guna untuk membantu petani lokal. Fasilitas pendukung seperti vertical dryer, mobil pemipil, pompa tenaga surya, atmosphere water generator, hingga mobile rotary dryer dikerahkan untuk mengoptimalkan pengolahan pasca-panen jagung dari hulu hingga hilir.

Artikel terkait

Rekomendasi