Polisi Tangkap Remaja Tawuran di Tamansari yang Edarkan Sabu

Polisi Tangkap Remaja Tawuran di Tamansari yang Edarkan Sabu
Foto: Ilustrasi Polisi Tangkap Remaja Tawuran di Tamansari yang Edarkan Sabu.

Aparat Polsek Metro Tamansari menangkap sejumlah remaja yang terlibat tawuran bersenjata tajam di Jalan Keutamaan Dalam, Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, pada Kamis (26/3/2026) pukul 03.00 WIB. Selain menyita senjata tajam, petugas menemukan indikasi peredaran narkotika jenis sabu di lingkungan kelompok tersebut.

Dilansir dari Megapolitan, kepolisian menemukan barang bukti berupa paket sabu seberat 1,48 gram, puluhan botol minuman keras, serta celurit sepanjang 1,5 meter saat melakukan penggeledahan di lokasi berkumpulnya para pelaku. Seorang tersangka berinisial ZA (18) ditangkap karena memiliki narkotika tersebut.

Penyidik mengidentifikasi bahwa sabu yang disita rencananya akan dijual kembali dalam paket kecil kepada rekan-rekan pelaku lainnya. Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Egy Irwansyah menyatakan bahwa terdapat keterkaitan kuat antara konsumsi zat adiktif dengan keberanian para remaja saat melakukan aksi kekerasan di jalanan.

"Dari pengakuan pelaku memang akan diedarkan kepada pemuda di kawasan tersebut, dikemas lebih kecil gramnya. Jadi dia ini memang suka menjual juga ke anak-anak yang suka tawuran ini," ucap Egy dalam konferensi pers di Mapolsek Metro Tamansari, Rabu (15/4/2026).

Pihak kepolisian saat ini tengah memburu pemasok utama yang memberikan barang haram tersebut kepada tersangka ZA. Egy menekankan bahwa miras dan narkoba berfungsi sebagai pemacu adrenalin bagi para pelaku tawuran.

"Kami secara komprehensif menangani masalah ini, dari mulai kenakalan remaja yaitu tawuran dan sampai ke narkoba dan miras yang bisa memacu adrenalin seseorang, jadi meski tidak secara langsung, tapi kedua kasus ini cukup berkaitan," ungkap Egy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku sengaja mengonsumsi minuman beralkohol sebelum menyerang kelompok lawan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri saat terlibat bentrokan fisik.

"Jadi mereka ini sengaja lah, motif utamanya sebenarnya mereka ini mau mencari jati diri saja, tapi mereka menggunakan narkotika dan minuman keras ini supaya lebih percaya diri aja saat tawuran," kata Egy.

Kapolsek Metro Tamansari Komisaris Bobby Mochammad Zulfikar menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari penyisiran tempat berkumpul para pelaku pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas mengamankan ZA yang kemudian menyeret keterlibatan dua rekannya, MF (19) dan RS (18).

"Polisi menyisir tempat tongkrongan para pelaku dan didapati salah satu pelaku berinisial ZA ada di lokasi dan mengakui telah melakukan tawuran menggunakan senjata tajam, ditemukan juga tujuh bilah senjata celurit dan minuman keras arak bali kurang lebih 23 botol," ucap Bobby.

Tawuran ini dipicu oleh provokasi di media sosial melalui grup WhatsApp bernama Pemuda Patah Hati (PPH). Para tersangka menggunakan akun Instagram untuk menantang kelompok lawan bernama Geng Thalib Bersatu.

"Para tersangka mencari lawan melalui admin Instagram Tiga Belas Jakarta dan Direct Message ke geng Thalib Bersatu yang merupakan lawannya, ada provokasi," jelas Bobby.

Setelah tantangan diterima, kelompok pelaku melakukan konvoi menggunakan 10 sepeda motor sambil membawa senjata tajam untuk menyisir wilayah Tamansari. Aksi tersebut berakhir dengan bentrokan setelah mereka bertemu dengan kelompok lawan.

"Kelompok pelaku dan teman-temannya konvoi menggunakan kurang lebih 10 motor sambil membawa celurit, mencari lawannya, setelah mutar-mutar, bertemu lawannya Geng Thalib Bersatu dan terjadi tawuran," kata Bobby.

Para tersangka kini dijerat dengan Pasal 307 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang tindak pidana tawuran dan kepemilikan senjata tajam. Polisi menegaskan akan mengambil langkah tegas demi menjaga situasi keamanan di Jakarta.

"Para pelaku akan kami tindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, karena ini berkaitan dengan tugas kepolisian untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dalam misi Jaga Jakarta," tutup Bobby.

Artikel terkait

Rekomendasi