Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku penjambretan yang menyasar seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial CL di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa kriminal tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial setelah terekam oleh kamera mobil salah satu pengendara.
Kabar penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, seperti dilansir dari Megapolitan pada Senin (18/5/2026).
"Sudah ditangkap Subdit Jatanras (Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan) Polda Metro," ujar Kapolsek Menteng AKBP Braiel Ardnold Rondonuwu saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat WhatsApp, Senin (18/5/2026).
Insiden pembegalan gawai ini bermula ketika CL sedang menunggu pesanan kendaraan online di tepi jalan luar area trotoar depan HI Kempinski. Berdasarkan rekaman video, seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic merah tiba-tiba mendekati korban dari arah iringan lalu lintas.
Pelaku langsung merampas ponsel yang sedang dipegang oleh CL dan segera melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Korban yang terkejut sempat berusaha mengejar pelaku, namun ia terjatuh tersungkur di sekitar kawasan air mancur Bundaran HI. Hingga kini, ponsel milik korban diketahui belum berhasil kembali.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa para pelaku kejahatan jalanan ini menggunakan modus operandi yang acak dengan mengincar korban yang lengah di fasilitas umum.
"Pelaku modusnya random terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan," kata dia.
"Keterkaitan antara pelaku sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret," tutur Braiel.
Guna menekan angka kriminalitas serupa, Polsek Menteng kini mengintensifkan langkah-langkah preventif dan respons cepat di titik-titik rawan wilayah Jakarta Pusat.
"Juga patroli di jam-jam dan titik rawan," tambahnya.
Selain meningkatkan intensitas patroli, pihak kepolisian juga menjalin kerja sama keamanan dengan pihak pengelola gedung perkantoran, perhotelan, serta petugas pengamanan di halte Transjakarta sekitar lokasi.
Sebelumnya, pihak berwajib telah meminta keterangan dari korban untuk mendalami kronologi kejadian lengkap demi kepentingan proses hukum lebih lanjut.
"Kami masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku. Korban sudah kami minta keterangan," ujar Braiel saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
"Mohon dukungan semoga cepat terungkap," tambahnya.