Aksi teror pembakaran barang milik warga oleh seorang pria berinisial A mengakibatkan keresahan di kawasan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Terduga pelaku akhirnya diringkus pihak kepolisian pada Minggu (10/5/2026) setelah aksinya terekam kamera pengawas dan memicu kemarahan warga setempat.
Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Matraman AKP Suripno yang menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Senin (11/5/2026). Berdasarkan laporan yang dilansir dari Megapolitan, pelaku diduga menyasar spanduk, banner, hingga penutup warung milik warga pada dini hari.
"Kami analisis CCTV untuk menerangkan pelaku, mengerucut salah satu warga yang mendekati itu (terduga pelaku)," kata Suripno, Kapolsek Matraman.
Petugas kepolisian sempat mengalami kendala saat mendatangi kediaman pelaku di Pisangan Baru karena pihak keluarga dianggap kurang kooperatif. Namun, setelah dilakukan negosiasi di tengah kerumunan warga, terduga pelaku akhirnya bersedia dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Ya dari anak maupun orangtuanya ya awalnya kan gitu, enggak mau cepat gitu kan ngikutin arahan kita gitu. Setelah dibujuk dan mulai banyak warga pelaku menuruti kita," jelas Suripno, Kapolsek Matraman.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik tindakan nekat pria tersebut yang melakukan pembakaran di lingkungan pemukiman padat penduduk tersebut.
Indra (40), seorang pedagang nasi yang menjadi salah satu korban, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Api sempat menyambar plastik penutup warung miliknya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga yang melintas.
"Ya resah. Untung pas kemarin ada warga yang tahu jadi enggak sempat membesar, itu langsung dipadamin warga. Coba kalau enggak ada yang lihat, bisa ke mana-mana dampaknya," jelas Indra, Pedagang.
Indra menambahkan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di rumah sehingga kondisi warung dalam keadaan kosong. Beruntung teriakan warga membuatnya segera mengetahui adanya kobaran api yang mulai membesar pada bagian plastik warung.
"Itu kondisi saya di rumah, jadi warung depan kosong, waktu itu diteriaki warga karena api Iumayan sampai besar. Namanya plastik dibakar kan, jadi cepat besar. Tapi padam langsung setelah diguyur (air)," jelas Indra, Pedagang.
Meskipun mengaku mengetahui sosok A sebagai warga di lingkungan yang sama, Indra menyatakan tidak memiliki hubungan akrab dengan pria tersebut. Pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
"Pelakunya warga sini juga. Kalau kenal dekat sih enggak, karena dia juga jarang bergaul sama warga sini," kata Indra, Pedagang.
Korban lainnya, Marie (73), turut mengalami kerugian setelah terpal penutup sepeda motor di depan rumahnya ikut dibakar pelaku sebelum waktu subuh. Ia mengaku sangat khawatir karena titik api berada sangat dekat dengan tangki bahan bakar kendaraan.
"Kejadian sebelum subuh itu, tahu-tahunya dengar ada cewek teriak, 'kebakaran!'. Kita yang di dalem pada keluar semua, anak saya langsung narik terpalnya," ujar Marie, Korban.
Meski dua motor yang terparkir tidak mengalami kerusakan mesin, sisa pembakaran terpal plastik yang meleleh telah merusak bagian luar tangki motor. Marie menekankan bahwa tindakan pelaku sangat membahayakan keselamatan penghuni rumah.
"Kalau resah ya resah lah, kan itu bawah langsung motor loh. Jadi kan kalau telat bisa bakar motor yang diparkir itu," jelas Marie, Korban.
"Motor enggak rusak, cuma itu tangki motor ada kayak bekas tetasan terpal, bentuknya kayak plastik yang dibakar terus netes," jelas Marie, Korban.