Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng
Foto: Ilustrasi Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Cengkareng.

Tim gabungan Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua pria terduga pelaku penyiraman air keras terhadap seorang pengendara motor di Jalan Dharma Wanita V, Rawa Buaya, Cengkareng, pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Aksi penyerangan tersebut sebelumnya terjadi pada Minggu (26/4/2026) sore saat korban sedang melintas menggunakan sepeda motor listrik, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Penangkapan dilakukan setelah video rekaman kejadian tersebut viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung mengonfirmasi bahwa kedua pelaku saat ini telah berada dalam pengawasan pihak kepolisian. Proses hukum selanjutnya akan ditangani oleh pihak polda.

"Sudah diamankan pas gabungan dengan Resmob Polda. Pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIB," kata AKBP Arfan Sipayung, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik serangan tersebut melalui keterangan para terduga pelaku. Di lokasi kejadian, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan)," tutur AKP Parman Gultom, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi bernama Nina, korban sempat berteriak histeris dan merasakan panas yang hebat pada tubuhnya sesaat setelah disiram cairan oleh pelaku yang berboncengan motor.

"Dia minta tolong, 'Aduh Ibu,' katanya, 'Buka Bu, buka nih, panas nih saya,' kata gitu. Dia langsung lari aja itu. Motor langsung dilempar aja itu," ujar Nina, saksi warga.

Saksi awalnya menduga cairan tersebut adalah air panas sebelum menyadari bahwa korban menunjukkan reaksi yang lebih parah. Nina melihat kulit korban berubah menjadi merah akibat zat kimia tersebut.

ÔÇ£Aku kira air panas. Tapi ya enggak mungkin dong kalau air panas dia langsung buka baju,ÔÇØ ujar Nina, saksi warga.

Beruntung, serangan tersebut tidak mengenai organ vital korban meskipun menyebabkan luka bakar di bagian tubuh lainnya. Warga segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke klinik.

ÔÇ£Merah doang, merah. Untung aja enggak kena matanya,ÔÇØ ucap Nina, saksi warga.

Saksi lain, Slamet, menyatakan tidak melihat detik-detik penyiraman karena sedang berada di dalam rumah. Ia menyebut baik korban maupun pelaku bukan merupakan penduduk asli kawasan Rawa Buaya.

"Enggak lihat saya. Saya lagi di dapur, terus tiba-tiba sudah ramai saja," tutur Slamet, warga sekitar.

Artikel terkait

Rekomendasi