Aksi penyiraman air keras menimpa seorang remaja yang sedang mengendarai motor listrik di Jalan Dharma Wanita 5, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (26/4/2026) sore. Penyerangan tersebut dilakukan secara tiba-tiba oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor setelah korban selesai bermain bola.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DM dan MG dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Cengkareng dan Kembangan, Jakarta Barat, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Kedua pelaku yang diketahui masih berstatus pelajar tersebut awalnya sempat menyangkal keterlibatan mereka dalam aksi penganiayaan itu. Namun, aparat penegak hukum berhasil memaksa mereka mengakui perbuatan tersebut setelah menunjukkan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di lokasi kejadian.
Penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian kemudian mengungkap bukti-bukti pendukung lainnya berupa kepemilikan dan riwayat pembelian air keras. Berdasarkan hasil penyelidikan, motif di balik serangan ini dipicu oleh rasa sakit hati karena pelaku dan kelompoknya diejek setelah tim sepak bola mereka kalah bertanding melawan tim korban.
Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku sudah cukup lama memiliki cairan kimia berbahaya tersebut yang didapatkan melalui transaksi di aplikasi e-commerce. Akibat tindakan kekerasan yang dilakukan, kedua pelaku kini terancam hukuman penjara selama 5 tahun. Sementara itu, korban yang mengalami luka segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif pasca-kejadian.