Penyidik Polsek Cengkareng tengah mendalami motif di balik jatuhnya seorang wanita lanjut usia berinisial A (65) dari lantai 36 Apartemen West Vista, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (2/5/2026) pukul 09.45 WIB. Dilansir dari Megapolitan, polisi menemukan selembar pesan singkat di lokasi kejadian sebagai petunjuk awal.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom menjelaskan bahwa surat tersebut ditemukan saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pesan tersebut berisi permintaan korban untuk menghubungi kerabatnya jika terjadi sesuatu.
"Kalau ada apa-apa sama saya, nanti tolong hubungi keponakan saya." ujar Gultom.
Pihak kepolisian segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan memanggil pihak keluarga guna dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keluarga mengungkapkan bahwa korban memiliki kepribadian yang sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan kerabat lainnya.
"Surat itu ditemukan ketika setelah kejadian oleh polisi, 'kalau ada apa-apa sama saya, nanti tolong hubungi keponakan saya', keponakannya itu yang datang sering ke situ. Itu doang," kata Gultom.
Keluarga menyatakan tidak mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi korban karena sifatnya yang enggan berbagi cerita. Korban diketahui tinggal sendirian di unit apartemen miliknya dan belum pernah berkeluarga selama hidupnya.
"Kita tanya ada permasalahan apa? Kata mereka, 'Oh, selama ini Pak, dia tertutup sama kita, kalau kita nanya nanti takut tersinggung,' katanya begitu. Jadi kita (keluarga) enggak berani nanya ada masalah apa dia," tutur Gultom.
Meskipun korban merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, ia disebut hampir tidak pernah mengunjungi rumah besar keluarga. Satu-satunya orang yang rutin berkomunikasi dan berkunjung adalah keponakan yang namanya tercantum dalam surat tersebut.
"Jadi akhirnya yang sering ke situ kan keponakannya aja tuh, keponakan dari anaknya adiknya. Ya kan? Jadi kalau ke keluarga lain enggak pernah, jadi dia tertutup. Jadi karena belum nikah katanya begitu, jadi enggak pernah datang juga ke rumah besarnya, tapi katanya enggak ada masalah keluarga yang gimana-gimana juga," ucap Gultom.
Proses penyelidikan saat ini masih terus berkembang untuk mengungkap latar belakang peristiwa, termasuk memeriksa kemungkinan adanya masalah terkait pekerjaan. Polisi berkomitmen menelusuri segala aspek di luar lingkungan keluarga korban.
"Iya, masih ini kita (selidiki), belum selesai penyelidikannya, takutnya kenapa-kenapa kan, di mana kerjanya, takutnya ada masalah pekerjaan apa, itu aja sih," pungkas Gultom.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan psikologis atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan konseling profesional. Bantuan ahli tersedia untuk membantu meringankan keresahan dan memberikan dukungan yang diperlukan.