Kepolisian Resor Kota Denpasar menyelidiki kasus seorang anak perempuan berinisial KA yang melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Bali, pada Minggu (19/4/2026). Aksi tersebut diduga kuat dipicu oleh pengaruh permainan video dan tren yang beredar luas di media sosial.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak adanya unsur perundungan yang melatarbelakangi insiden tersebut, dilansir dari Kompas. Pihak kepolisian telah mengamankan telepon genggam yang merekam kejadian dan melibatkan tim siber Polda Bali untuk proses analisis digital forensik guna mendalami motif korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra memberikan penjelasan mengenai temuan awal dari penyelidikan digital tersebut di Denpasar pada Kamis (23/4/2026).
"Dari hasil penyelidikan, tidak ada indikasi bullying. Namun korban terindikasi termotivasi oleh salah satu game dan tren di media sosial," jelas Agus Riwayanto Diputra, Kasat Reskrim Polresta Denpasar.
Petugas menduga korban terpengaruh oleh konten spesifik yang membuatnya ingin mencoba aksi berbahaya tersebut demi konten viral. Penelusuran digital menunjukkan adanya keterkaitan kuat antara aktivitas gim korban dengan tindakan yang dilakukannya di lokasi kejadian.
"Dari keterangan digital forensik, ada pengaruh dari game yang memotivasi korban untuk membuat tren tersebut," katanya.
Penyidik mengidentifikasi sebuah permainan bernama Omori sebagai konten yang diduga memberikan dampak psikologis signifikan terhadap pola pikir pemainnya. Polisi juga menggandeng psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan korban guna memastikan sejauh mana paparan konten digital memengaruhi mentalnya.
Korban saat ini masih berada dalam perawatan medis intensif untuk memulihkan luka-luka pascaoperasi. Pihak keluarga secara khusus meminta agar kasus ini tidak dipublikasikan secara masif demi menjaga stabilitas kondisi psikis anak mereka selama masa penyembuhan.
"Keluarga berharap tidak terlalu digemborkan karena bisa mengganggu pemulihan korban," ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan saksi, rekan korban yang melakukan perekaman video tidak mengetahui rencana aksi melompat tersebut sebelumnya. Kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap konten digital yang diakses oleh anak-anak karena pengaruhnya yang sangat nyata.
"Kami mengingatkan orang tua agar lebih berhati-hati terhadap apa yang dikonsumsi anak-anak di dunia maya karena sangat berpengaruh," kata Agus.