Aparat kepolisian dari Polsek Grogol Petamburan melakukan pencegatan terhadap sebuah mobil di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (20/4/2026) sore karena adanya dugaan keterlibatan dalam transaksi narkotika. Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial tersebut kini tengah ditangani oleh unit Propam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dilansir dari Megapolitan, peristiwa tersebut bermula saat pengemudi mobil merasa diikuti oleh sekelompok pria sejak berada di depan Kompleks Casa Jardin hingga akhirnya diberhentikan paksa di kawasan Pesing. Para pria tersebut merupakan personel kepolisian yang sedang menjalankan operasi penelusuran tindak pidana peredaran narkotika berdasarkan laporan masyarakat.
"Sekitar jam 15.30 WIB mobil saya tiba-tiba dicegat tiga motor dan enam orang mengaku polisi dan teriak-teriak agar saya buka pintu mobil dan dituduh ambil narkoba dari kawasan Cengkareng," tulis pengunggah dalam keterangan videonya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan tegas di lapangan diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bahaya dari terduga pelaku tindak pidana narkoba. Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya mengonfirmasi bahwa para pria dalam video tersebut adalah anggotanya.
"Jadi kejadian kemarin itu, memang itu dari personel kami, menerima laporan dari masyarakat bahwa dicurigai ada transaksi narkoba," ungkap Reza.
Menurut keterangan kepolisian, mobil tersebut telah dipantau sejak berada di wilayah Cengkareng sebelum akhirnya dilakukan penindakan. Namun, petugas akhirnya memutuskan untuk melepaskan kendaraan tersebut tanpa melakukan penggeledahan menyeluruh karena situasi di lokasi.
"Makanya kami melakukan penggeledahan ke mobil tersebut. Tapi yang terjadi ya si yang meng-upload video ini dia tidak kooperatif gitu. Dia tidak kooperatif malah itu tadi, memviralkan video tersebut, gitu," ucap Reza.
Ketidakkoperatifan pengemudi dan adanya penumpang anak di bawah umur menjadi pertimbangan utama petugas untuk mundur dari lokasi kejadian. AKP Reza Aditya menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga kondusivitas di lapangan.
"Akhirnya ya karena tidak kooperatif itu dan di mobil itu kan juga ada anak di bawah umur, jadi makanya kami lepas gitu," jelas Reza.
Meskipun operasi sempat terhenti, pihak berwenang memastikan bahwa prosedur internal tetap berjalan bagi para anggota yang terlibat. Fokus saat ini dialihkan pada evaluasi tindakan personel melalui pemeriksaan oleh fungsi pengawasan internal Polri.
"Karena kan tahu sendiri kalau mungkin bahayanya dari dalam mobil itu kan, ya kami antisipasi lah untuk hal-hal tersebut. Makanya kami dengan adanya laporan dari masyarakat itu, makanya kami melakukan tindakan itu," tuturnya.
Reza juga menambahkan bahwa para anggota yang terekam dalam video tersebut telah dipanggil untuk memberikan keterangan resmi kepada pihak Propam. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tindakan agresif yang diperlihatkan sudah sesuai dengan prosedur operasional standar.
"Nah, untuk saat ini sudah dimintai keterangan oleh dari Propam terkait dengan video viral itu, terkait dengan kejadian itu. Iya, betul (sementara pemeriksaan di Propam dulu)," kata Reza.
Kepolisian saat ini masih berusaha menjalin komunikasi dengan pihak pengemudi mobil untuk melakukan klarifikasi. Langkah mediasi direncanakan guna meluruskan kesalahpahaman yang terjadi saat penindakan berlangsung di lapangan.
"Nah, sampai saat ini kami lagi masih mencari identitas yang memviralkan videonya ini untuk mau kita mediasikan. Iya, sekarang kita masih berusaha buat nyari," tutup Reza.