Polisi Periksa Kejiwaan Pria Terduga Pelaku Pembakaran di Matraman

Polisi Periksa Kejiwaan Pria Terduga Pelaku Pembakaran di Matraman
Foto: Ilustrasi Polisi Periksa Kejiwaan Pria Terduga Pelaku Pembakaran di Matraman.

Seorang pria berinisial A yang diduga melakukan aksi teror pembakaran di kawasan Matraman, Jakarta Timur, kini sedang menjalani pemeriksaan intensif terkait kondisi mentalnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Selasa (12/5/2026).

Langkah medis tersebut diambil oleh pihak kepolisian karena terduga pelaku menunjukkan indikasi adanya gangguan pada aspek kejiwaan selama proses interogasi berlangsung. Penanganan kasus ini dilansir dari Megapolitan.

"Kita cek ke RS Polri Kramat Jati dulu untuk periksa kejiwaan, Kayaknya kejiwaanya kena," kata Suripno, Kapolsek Matraman AKP.

Berdasarkan keterangan awal saat proses penyidikan, pria berinisial A tersebut memberikan pernyataan yang tidak konsisten dan mengaku tidak menyadari perbuatan pembakaran yang dilakukannya di beberapa lokasi berbeda. Kondisi depresi disinyalir menjadi kendala utama dalam penggalian informasi lebih dalam.

"Anak ini depresi, untuk pemeriksaan belum bisa dilanjutkan, karena A (pelaku) hanya bilang enggak tahu terus," imbuh Suripno, Kapolsek Matraman AKP.

Hingga saat ini, pihak berwajib masih menunggu hasil observasi tim medis untuk memastikan motif di balik aksi kriminal tersebut. Selain pemeriksaan kejiwaan, kepolisian juga berencana melakukan tes laboratorium guna mendeteksi kemungkinan penggunaan zat terlarang oleh pelaku.

"Anaknya masih ini, diperiksa, kita belum bisa ungkap motif. Untuk narkoba nanti kita cek juga itu, positif apa tidak, Tapi kalau saya lihat dari itunya sih kayaknya enggak narkoba," tutur Suripno, Kapolsek Matraman AKP.

Aksi teror tersebut sebelumnya dilaporkan menyasar sebuah spanduk warung di wilayah Pisangan Baru, Matraman, pada Minggu (10/5/2026). Identitas pelaku berhasil diidentifikasi setelah tim penyidik melakukan analisis mendalam terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian pada Senin (11/5/2026).

"Kami analisis CCTV untuk menerangkan pelaku, mengerucut salah satu warga yang mendekati itu (terduga pelaku)," kata Suripno, Kapolsek Matraman AKP.

Proses penangkapan sempat mengalami hambatan karena pelaku beserta pihak keluarga bersikap tidak kooperatif saat petugas mendatangi kediaman mereka. Pelaku akhirnya bersedia dibawa ke kantor polisi setelah petugas melakukan pendekatan persuasif di tengah kerumunan warga setempat.

"Ya dari anak maupun orangtuanya ya awalnya kan gitu, enggak mau cepat gitu kan ngikutin arahan kita gitu, setelah dibujuk dan mulai banyak warga pelaku menuruti kita," jelas Suripno, Kapolsek Matraman AKP.

Artikel terkait

Rekomendasi