Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya mengklarifikasi video viral yang menarasikan penghadangan bus pariwisata oleh pelaku pungutan liar di Jalan Raya Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan investigasi kepolisian, rekaman tersebut merupakan insiden lama yang dipicu oleh perselisihan akibat serempetan kendaraan.
Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB di Kampung Padanaan, Desa Cilolohan. Meskipun terjadi tahun lalu, rekaman tersebut baru tersebar luas di berbagai platform media sosial pada Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
"Video yang viral itu kejadiannya bulan November 2025, sekitar pukul 15.30 WIB di Kp. Padanaan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Baru diunggah ke Instagram, Facebook, dan TikTok pada Mei 2026 ini," kata Triana, Jumat (8/5).
Hasil laporan dari Polsek Tanjungjaya menunjukkan bahwa keributan bermula saat bus pariwisata berpapasan dengan sebuah mobil pikap dalam jarak yang terlalu dekat. Hal ini menyebabkan kedua kendaraan berserempetan hingga memicu kemarahan pengemudi pikap yang kemudian mengejar bus tersebut.
"Setelah dapat mengejar bus, Edi memberhentikan bus pariwisata tersebut. Terjadi percekcokan antara Edi dengan sopir bus beserta penumpang," jelas Triana.
Triana menambahkan bahwa perselisihan itu sempat memancing perhatian warga sekitar yang kemudian membantu memediasi kedua pihak. Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada spion kanan bus dan penutup atas atau saung mobil pikap milik pria bernama Edi tersebut.
"Kerugian tidak besar. Mobil bak rusak bagian saung, bus pecah spion kanan. Saat itu juga diselesaikan warga dengan musyawarah. Sopir bus mengganti kerugian Rp 200 ribu ke pemilik mobil bak," ujar Aipda Triana.
Kepolisian menyayangkan beredarnya kembali video lama tersebut dengan narasi yang tidak akurat. Triana mengimbau publik untuk lebih teliti dalam menyaring informasi guna menghindari persepsi negatif yang dapat memicu keresahan masyarakat.
"Kalau ada kejadian di jalan, selesaikan baik-baik. Jangan sampai viral malah menimbulkan persepsi negatif. Kami sudah mediasi dan beri pemahaman ke masyarakat," tutup Triana.
Edi, selaku pengemudi mobil pikap yang terekam dalam video, turut memberikan pernyataan terbuka untuk meluruskan tuduhan masyarakat. Ia membantah keras narasi yang menyebut dirinya melakukan aksi premanisme atau pemalakan terhadap bus pariwisata.
"Saya pastikan saya bukan preman kampung apalagi memalak bus pariwisata. Melainkan bak saya serempetan dengan bus," kata Edi.