Polisi Kantongi Identitas Pencuri 120 Kursi Sewaan di Tangerang Selatan

Polisi Kantongi Identitas Pencuri 120 Kursi Sewaan di Tangerang Selatan
Foto: Ilustrasi Polisi Kantongi Identitas Pencuri 120 Kursi Sewaan di Tangerang Selatan.

Aparat Kepolisian Sektor Ciputat Timur telah mengidentifikasi pemilik kendaraan jasa pengiriman yang diduga terlibat dalam pencurian 120 kursi dan tiga kipas angin blower milik vendor dekorasi di Tangerang Selatan. Insiden yang melibatkan terduga pelaku berinisial A tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026), dilansir dari Megapolitan.

Penyidik telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami kronologi pengangkutan barang tersebut. Saksi yang diperiksa meliputi pengelola lokasi kejadian serta warga yang sempat mengambil dokumentasi kendaraan pelaku saat berada di tempat kejadian perkara.

ÔÇ£Ada saksi yang sudah kita periksa, yang di lapangan yang mengetahui itu,ÔÇØ kata Bambang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/5/2026).

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan bahwa pengungkapan identitas ini didukung oleh keterangan Dery Ardiansyah selaku pengelola aula Himpunan Mahasiswa Banten Jakarta. Selain itu, warga bernama Yuhdi Chudori turut membantu proses penyelidikan dengan menyerahkan bukti dokumentasi unit kendaraan yang digunakan pelaku.

Berdasarkan hasil investigasi awal, kasus ini bermula dari pesanan fiktif 170 kursi dan tiga blower yang diklaim akan digunakan untuk acara penyuluhan program Makan Bergizi Gratis. Pelaku memesan jasa logistik melalui aplikasi daring untuk mengirimkan barang ke lokasi, namun tidak ada proses serah terima barang secara resmi setibanya di tujuan.

ÔÇ£Setelah dicek, dia kan pesennya melalui Lalamove itu. Akhirnya disepakati dan diantar, tapi tidak ada yang menerima di lokasi,ÔÇØ ujar Bambang.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa sebagian besar barang sewaan tersebut telah dibawa kabur menggunakan mobil yang datanya kini sudah berada di tangan penyidik. Dari total pesanan, sebanyak 50 kursi ditinggalkan oleh pelaku di lokasi, sementara sisanya raib diangkut paksa.

ÔÇ£Dari 170 kursi itu, sekitar 120 diangkut, 50 tinggal. Identitas kendaraan sudah kita kantongi semua,ÔÇØ kata Bambang.

Penyelidikan kini difokuskan pada pelacakan data transaksi yang terekam dalam riwayat aplikasi pengiriman barang. Kompol Bambang menegaskan bahwa seluruh informasi digital yang diperoleh akan menjadi basis pengejaran terhadap pelaku.

ÔÇ£Alamat mobilnya ada semua, sama sejarah dari transaksi aplikasinya, itu sudah kita kantongin semua,ÔÇØ ujar Bambang.

Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini mengingat kerugian materiil yang dialami oleh pihak vendor cukup besar. Seluruh petunjuk, sekecil apa pun, akan digunakan untuk menyeret pelaku ke jalur hukum.

ÔÇ£Kami akan hadirkan semua. Sekecil apapun informasi, tetap kami tindak lanjuti,ÔÇØ kata dia.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan menurunkan barang terlebih dahulu di titik tujuan, kemudian mengangkutnya kembali menggunakan dalih pemindahan lokasi untuk mengelabui pemilik barang. Kompol Bambang pun memberikan imbauan khusus kepada para pemilik usaha jasa sewa agar lebih waspada terhadap skema pemesanan mendadak tanpa uang muka.

ÔÇ£Tidak mudah percaya dengan orderan online. Harus ada screening dan jaminan pembayaran,ÔÇØ ujarnya.

Korban dalam peristiwa ini adalah Siti Fatimah, pemilik vendor Fatimah az-Zahra Wedding, yang mengaku menderita kerugian hingga Rp 65 juta. Pelaku sebelumnya menipu korban dengan menyamar sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri sebelum akhirnya memutus komunikasi dan sempat terdeteksi melarikan diri ke wilayah Denpasar, Bali.

Artikel terkait

Rekomendasi