Polisi Amankan 321 Warga Asing di Markas Judi Online Hayam Wuruk

Polisi Amankan 321 Warga Asing di Markas Judi Online Hayam Wuruk
Foto: Ilustrasi Polisi Amankan 321 Warga Asing di Markas Judi Online Hayam Wuruk.

Bareskrim Polri membongkar praktik judi online jaringan internasional di sebuah gedung perkantoran wilayah Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dengan mengamankan 321 orang pada Sabtu (9/5/2026). Penangkapan besar-besaran ini mengungkap keterlibatan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan operasional perjudian selama dua bulan terakhir.

Dilansir dari Megapolitan, para pelaku yang ditangkap terdiri dari berbagai kewarganegaraan, dengan mayoritas berasal dari Vietnam sebanyak 228 orang. Petugas juga mengamankan puluhan warga negara asal China, Myanmar, Laos, Thailand, serta sejumlah individu dari Malaysia dan Kamboja dalam operasi tersebut.

Warga di sekitar lokasi kejadian mengaku telah menaruh kecurigaan terhadap aktivitas di gedung tersebut sebelum penggerebekan dilakukan. Ananda, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa intensitas orang asing yang keluar masuk area perkantoran terlihat tidak wajar selama beberapa bulan ke belakang.

"Biasanya suka banyak orang asing kayak Vietnam gitu di sini. Aku dari awal udah curiga sih," kata Ananda.

Kecurigaan Ananda semakin menguat saat ia menyadari bahwa para pekerja asing tersebut tidak menguasai bahasa Inggris saat berinteraksi di lingkungan sekitar. Ia mengaku baru benar-benar mengetahui jenis aktivitas ilegal tersebut ketika melihat personel kepolisian mulai berjaga di lokasi.

"Tapi baru tahu kalau mereka bikin tempat judol di sini. Mana enggak bisa bahasa Inggris," ujar Ananda.

Sulaiman, seorang petugas keamanan dari gedung di sekitar lokasi, juga membenarkan adanya keganjilan dari para penghuni kantor tersebut. Menurut pengamatannya, penampilan fisik dan bahasa yang digunakan oleh para pekerja itu sangat mencolok dan berbeda dari pekerja kantoran pada umumnya.

"Aneh bahasanya (asing). Saya sudah mencirikan lah, cuma ya enggak kelihatan gara-gara (kerjanya) online. Cuma ya curiga saja," kata Sulaiman.

Informasi tambahan didapat Sulaiman dari para kurir pengantar paket yang sering berkunjung ke gedung tersebut. Berdasarkan keterangan para kurir, para pekerja di dalam gedung sering terlihat menggunakan pakaian yang terlampau santai untuk ukuran lingkungan perkantoran.

"Kayak orang paket, kami kan kenal sama orang-orangnya, saling ngobrol saja. Katanya ada yang kayak WNA pakai celana pendek, sedangkan biasanya orang kantoran kan pasti celana panjang," terang Sulaiman.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa sindikat ini telah beroperasi sekitar dua bulan sebelum akhirnya terendus oleh aparat. Hingga Senin (11/5/2026) siang, personel Brimob Polda Metro Jaya masih disiagakan untuk menjaga lokasi gedung perkantoran tersebut guna memastikan situasi tetap kondusif pascapenggerebekan.

Artikel terkait

Rekomendasi