Aparat Polsek Jatinegara tengah memburu pelaku pemukulan dan penusukan terhadap seorang anggota petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina bernama Endri (52).
Aksi penganiayaan tersebut terjadi di area Kantor Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (14/5/2026) pukul 05.00 WIB, seperti dilansir dari Megapolitan.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatinegara AKP Eko Bayu menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih menelusuri keberadaan pelaku penganiayaan tersebut.
"Masih kita cari info keberadaan pelaku, karena menurut orangtua (pelaku) tidak tinggal di Bidara Cina dan orang tua tidak tahu di mana dia tinggalnya," jelas Eko Bayu.
Eko Bayu menambahkan bahwa pelaku sebenarnya bukan warga setempat yang menetap di lokasi tersebut, melainkan hanya sesekali datang berkunjung.
"Kadang-kadang datang ke Bidara Cina untuk nongkrong dengan teman-temannya, Saat kejadian terduga pelaku dalam keadaan di bawah pengaruh minuman keras," ungkapnya.
Sementara itu, korban saat ini sedang menjalani proses pemulihan luka-lukanya dan harus mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan.
Lurah Bidara Cina Suhartono memastikan kondisi kesehatan anak buahnya itu berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis.
"PPSU korban penusukan kebetulan sedang ambil cuti 5 hari, sekalian menjalani perawatan. Barusan saya bertemu di kelurahan kondisi sehat, (yang bersangkutan ke ATM)," ucap Suhartono.
Suhartono juga memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban selama masa perawatan ini telah ditanggung oleh pihak jaminan sosial.
"Untuk Hari sedang kontrol di puskesmas Bidara Cina 3, pengobatan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.
Insiden bermula ketika Endri baru saja menyelesaikan tugas menyapu jalan dan berniat masuk ke kantor kelurahan untuk melakukan absensi kehadiran.
Endri kemudian menegor seorang pemuda yang masuk ke dalam aula kantor kelurahan tanpa melepas alas kaki karena lantai ruangan tersebut baru saja dipel.
"Saya ngobrol dengan teman yang sedang piket. Ada anak masuk (ke kantor kelurahan), saya tegur, 'tolong sandalnya dicopot'. Di aula kan baru dipel, kasihan orang yang kerja jadi kotor lagi," kata Endri.
Teguran tersebut memicu emosi pelaku hingga terjadi tindakan kekerasan fisik yang mengakibatkan Endri mengalami luka tusuk di paha serta lebam di bibir.
"Saya sudah minta maaf, tapi dia tetap memukul saya. Satu kali, dua kali sampai saya jatuh di depan ATM DKI yang ada di kelurahan. Setelah itu dia menusuk saya. Saya hanya diam. Darah keluar banyak," ungkap Endri.