Polda Jateng Selidiki Kematian Satu Keluarga di Glamping Temanggung

Polda Jateng Selidiki Kematian Satu Keluarga di Glamping Temanggung
Foto: Ilustrasi Polda Jateng Selidiki Kematian Satu Keluarga di Glamping Temanggung.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyelidiki kasus kematian tragis satu keluarga beranggotakan empat orang di area Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, pada Rabu (27/5). Penyelidikan mendalam masih dilakukan hingga Jumat (29/5) malam guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Pihak kepolisian kini memfokuskan investigasi pada dua dugaan utama, yaitu keracunan makanan barbeque yang dibawa dari rumah atau akumulasi gas karbon monoksida dari kompor portable. Empat korban meninggal dunia asal Kabupaten Semarang tersebut diidentifikasi sebagai Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (17).

Penyidik memberikan perhatian khusus pada pemeriksaan toksikologi jenazah korban paling muda karena kondisi fisiknya yang secara teoretis paling kuat saat insiden terjadi.

"Langkah penyidikan terhadap korban paling muda ini dilakukan untuk memperdalam analisis toksikologi guna mencari jejak racun atau zat berbahaya. Secara fisik, korban ini paling kuat, sehingga diharapkan dapat memberikan petunjuk signifikan mengenai zat yang masuk ke tubuh para korban," ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Muhammad Anwar Nasir, Jumat (29/5).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan bahwa tenda glamping tersebut berada dalam kondisi tertutup rapat tanpa ventilasi udara yang memadai sewaktu kompor digunakan. Seluruh sisa makanan barbeque dan tabung gas portable milik korban telah disita untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.

"Tabung gas portable yang digunakan untuk barbeque disita dan dikirim ke Labfor. Secara teoretis, penggunaan alat tersebut di ruang tertutup dapat menyebabkan akumulasi gas berbahaya jika terjadi kebocoran atau pembakaran tidak sempurna," tambah Muhammad Anwar Nasir.

Seluruh jenazah korban telah divisum dan diautopsi di RSUD Temanggung sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di desa asal mereka. Saat ini Polda Jawa Tengah masih menunggu hasil resmi uji laboratorium forensik demi mendapatkan kesimpulan ilmiah yang final.

Artikel terkait

Rekomendasi