CEO Google DeepMind Demis Hassabis menerapkan jadwal kerja non-konvensional dengan memilih tidur di siang hari untuk mengakomodasi sesi kerja intensif pada tengah malam. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan kreativitas dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan seperti Gemini, dilansir dari Tekno.
Hassabis mengalokasikan waktu tidur sekitar enam jam dalam sehari, namun jadwal tersebut berbeda jauh dengan rutinitas pemimpin teknologi lainnya. Pola ini memungkinkannya membagi hari menjadi dua sesi kerja yang terpisah untuk urusan operasional dan riset mendalam.
"Saya memang berusaha tidur enam jam, tapi jadwalnya tidak biasa. Saya tidur di siang hari," katanya dalam sebuah wawancara dengan Fortune belum lama ini.
Pimpinan divisi AI Google tersebut biasanya memulai tugas operasional dan rapat di kantor pada pagi hari sebelum kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga. Aktivitas profesionalnya berlanjut kembali pada pukul 22.00 hingga pukul 04.00 dini hari untuk fokus pada tugas-tugas kreatif yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Hassabis merasa produktivitasnya mencapai titik maksimal saat tengah malam, sehingga ia memilih beristirahat setelah subuh hingga pukul 10.00 pagi. Kebiasaan ini telah ia pertahankan selama hampir sepuluh tahun sejak memimpin DeepMind sebelum akhirnya diakuisisi dan digabung menjadi Google DeepMind pada 2023.
Meskipun rutinitas ini mendukung kinerjanya, tokoh teknologi ini menyadari bahwa durasi tidur yang singkat memiliki risiko bagi kesehatan saraf. Standar kesehatan umum bagi orang dewasa biasanya menyarankan waktu istirahat selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Fenomena jam tidur minim juga pernah diungkapkan oleh CEO Tesla Elon Musk yang hanya tidur sekitar enam jam demi menjaga performa kerja. Musk bahkan sempat membagikan pengalaman ekstremnya saat mengawal produksi unit kendaraan di perusahaannya.
Dalam wawancara dengan Bloomberg pada 2018, Musk mengungkap pernah tidur di lantai pabrik Tesla saat menghadapi tekanan produksi yang sangat berat.
Hassabis menekankan bahwa pola kerja ekstrem dan pembatasan waktu tidur bukanlah contoh yang ideal untuk diikuti oleh masyarakat luas. Meskipun metode tersebut lazim di kalangan pemimpin industri teknologi global, ia menilai kebiasaan tersebut bukan merupakan sesuatu yang patut dijadikan inspirasi kesehatan.