Perusahaan otobus asal Malang, PO Bagong, berencana mengoperasikan layanan travel komersial antar kota rute Malang-Surabaya menggunakan armada mobil listrik pada pertengahan tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari modernisasi transportasi publik yang lebih ramah lingkungan sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Armada yang dipilih untuk layanan ini adalah Transporter Lokon, sebuah kendaraan listrik hasil produksi dalam negeri oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Saat ini, pihak manajemen sedang menyelesaikan berbagai prosedur administratif agar target operasional pada Juni atau Juli mendatang dapat tercapai.
Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa persiapan teknis dan legalitas sedang berjalan intensif. Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui pada Kamis (7/5/2026).
"Saat ini kami tengah mengurus kelengkapan administrasi dan perizinannya. Target kami pertengahan tahun ini sudah selesai dan mulai beroperasi," ungkap Budi Susilo, Direktur Utama PO Bagong.
Keputusan menggunakan kendaraan listrik didasari oleh komitmen perusahaan dalam menyelaraskan visi pemerintah mengenai pengurangan emisi karbon. Selain aspek ekologi, penggunaan daya listrik dinilai memberikan keuntungan signifikan dari sisi efisiensi manajemen perusahaan.
"Kalau kami dalam segi bisnis, mobil listrik ini juga bisa menekan biaya operasional. Terutama dalam konsumsi bahan bakar hingga 50 persen dibanding mobil konvensional" tutur Budi Susilo, Direktur Utama PO Bagong.
Budi menambahkan bahwa performa Transporter Lokon memenuhi kriteria operasional travel antar kota karena kualitas suspensi dan akselerasinya. Untuk tahap awal, perusahaan telah menyiapkan sebanyak empat unit armada guna melayani penumpang di jalur Malang-Surabaya tersebut.
"Mobil Transporter Lokon menurut Budi menjadi pilihan tepat, karena memiliki kenyamanan yang mumpuni, baik dari sisi suspensi maupun dari sisi akselerasi," ungkap Budi Susilo, Direktur Utama PO Bagong.
"Saat ini, ada 4 unit armada yang kami siapkan untuk memulai layanan travel Malang-Surabaya nanti," pungkas Budi Susilo, Direktur Utama PO Bagong.
Pihak produsen kendaraan, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, memandang kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendistribusikan teknologi hijau ke luar wilayah metropolitan utama. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari efisiensi energi dapat dirasakan oleh operator transportasi di berbagai daerah.
"Kami meyakini bahwa transportasi hijau tidak seharusnya menjadi privilese kota besar saja," tutur V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.
V. Bimo Kurniatmoko menjelaskan bahwa kemitraan dengan operator lokal seperti PO Bagong akan mempercepat adopsi kendaraan komersial listrik di berbagai segmen masyarakat. Inisiatif ini dipandang sebagai solusi jangka panjang terhadap fluktuasi harga energi global.
"Melalui kolaborasi dengan PO Bagong, kami berupaya memperluas akses terhadap kendaraan komersial listrik ke berbagai daerah dan segmen masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha transportasi," sambung V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.
Implementasi teknologi ini juga dipicu oleh tuntutan bagi para pengelola transportasi untuk lebih lincah dalam merespons ketidakpastian pasar minyak dunia. Kendaraan listrik kini diposisikan sebagai instrumen nyata untuk menjaga keberlangsungan operasional bisnis.
"Maka kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar konsep, melainkan solusi yang telah digunakan secara nyata," pungkas V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR.