PLN Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik pada April 2026

PLN Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik pada April 2026
Foto: Ilustrasi PLN Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik pada April 2026.

PT PLN (Persero) memberikan klarifikasi resmi mengenai isu kenaikan tagihan listrik yang ramai diperbincangkan warganet di media sosial pada Senin (4/5/2026). Perusahaan menegaskan bahwa tarif tenaga listrik untuk seluruh golongan pelanggan tidak mengalami perubahan atau tetap stabil.

Dilansir dari Money, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa penetapan tarif tersebut mengacu pada regulasi pemerintah. PLN senantiasa mengikuti kebijakan penyesuaian tarif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik bulan April 2026, kami menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik," jelas Greg.

Pihak manajemen memastikan koordinasi dengan regulator terus berjalan guna menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat. Kepastian harga ini berlaku untuk periode triwulan kedua tahun berjalan.

"Untuk periode April-Juni 2026, tarif listrik tetap stabil dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya," kata Greg.

Guna memberikan transparansi bagi pelanggan, PLN menyarankan penggunaan fitur digital untuk memantau konsumsi energi secara mandiri. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat elektronik di rumah masing-masing.

"Hal ini untuk dapat mengetahui dan mengatur pola penggunaan listrik secara lebih efisien," jelasnya.

Greg juga memberikan imbauan tambahan agar para pelanggan tetap memperhatikan faktor keamanan dalam penggunaan instalasi kelistrikan. Pengendalian konsumsi energi dapat dilakukan dengan memutus aliran listrik pada perangkat yang tidak diperlukan.

"Antara lain dengan memeriksa instalasi listrik di dalam rumah secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali," jelasnya.

Di sisi lain, sektor rumah tangga diminta mewaspadai perangkat elektronik yang memiliki konsumsi daya tinggi. Syarif Hidayat, Dosen Teknik Ketenagalistrikan STEI Institut Teknologi Bandung (ITB), mengidentifikasi penyejuk udara atau AC sebagai salah satu sumber pemborosan utama.

"Kalau dilihat dari peluang yang paling memboroskan tanpa terpakai itu paling besar dari AC," jelasnya pada Minggu (3/5/2026).

Syarif menekankan pentingnya disiplin operasional dalam menggunakan perangkat pendingin ruangan tersebut. Langkah sederhana seperti mematikan perangkat saat tidak ada orang di dalam ruangan menjadi kunci efisiensi biaya.

"Sebaiknya, kalau tidak dipakai ya dimatikan," kata dia.

Langkah penghematan lain yang disarankan meliputi pengaturan suhu ideal pada rentang 22 hingga 26 derajat Celsius. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan teknologi inverter dan memastikan ruangan tertutup rapat serta menggunakan gorden untuk menghalangi panas matahari masuk ke dalam rumah.

Artikel terkait

Rekomendasi