Aktivitas pengerukan lumpur di Kali Anakan Blencong, Cilincing, Jakarta Utara, diduga memicu kebocoran pipa air PAM yang melayani warga RT 1 dan RT 2 RW 07 Marunda pada Senin (11/5/2026). Insiden ini dilaporkan terjadi akibat hantaman alat berat excavator di sekitar area proyek Rusunawa Marunda.
Ketua RT 1/RW 07 Marunda, Arizal, mengungkapkan bahwa gangguan distribusi air mulai dirasakan warga saat pengerjaan pengerukan berlangsung di bawah jembatan dekat lokasi proyek. Dilansir dari Megapolitan, pengecekan lapangan menunjukkan adanya luapan air di sekitar jembatan yang mengonfirmasi kecurigaan warga mengenai kerusakan pipa bawah tanah.
"Lama-lama kok saya mati air ya. Kok enggak ada pemberitahuan? Biasa ada pemberitahuan," kata Arizal.
Arizal menjelaskan bahwa dirinya segera melakukan koordinasi dengan pengurus lingkungan setelah menerima rentetan laporan dari warga melalui grup pesan singkat. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak PAM Jaya karena kebocoran diduga kuat terjadi pada jalur utama pipa menuju wilayah Marunda Pulo.
"Saya keluar, saya ngecek, iya semua warga mati semua. Saya lihat, iya gitu kan, ada inian air," ujar Arizal.
Kondisi pipa yang tertimbun lumpur pekat di lokasi pengerukan disinyalir menghambat upaya perbaikan awal oleh tim teknis. Arizal menduga posisi pipa yang sulit dijangkau menjadi faktor utama terganggunya penanganan cepat di lapangan.
"Sama Pak RW juga saya bilang, 'Pak Haji, Pak RW, ini laporan PAM yang arah ke Marunda Pulo nih kayaknya kena alat berat nih, kena beko'," katanya.
Proses pembersihan lumpur yang menggunakan alat berat di area sempit tersebut memang berisiko tinggi mengenai infrastruktur umum yang tertanam di bawah permukaan tanah.
"Ketimbun lumpur kayaknya, ketimbun lumpur," kata Arizal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan telah memberikan konfirmasi resmi terkait insiden kerusakan infrastruktur tersebut. Ketua Sub Kelompok Penyediaan Perumahan Dinas Perumahan DKI Jakarta, Akbar Rizali, mengakui adanya pipa yang terdampak aktivitas excavator proyek.
"Untuk info ini betul saat pengerukan lumpur, pipa PAM yang ada terkena excavator, dan kemarin sudah dalam penanganan tim PAM, di mana hari ini dijadwalkan penggantian pipanya oleh PAM," kata Akbar Rizali.
Manajemen proyek berjanji akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi penyedia layanan publik untuk meminimalkan dampak serupa pada fasilitas kabel listrik maupun jaringan telekomunikasi lainnya.
"Apapun kendala di lapangan seperti pipa PAM terputus, kabel PLN atau Telkom terkena imbas proyek kami, pasti akan segera kami tangani dengan berkoordinasi dengan instansi terkaitnya," ujar Akbar Rizali.
Berdasarkan pengamatan di Jalan Rumah Si Pitung, aliran Kali Anakan Blencong kini tampak menyempit drastis akibat urukan lumpur dari proyek pembangunan rusunawa tersebut. Meski aliran air terhambat dan pipa mengalami kerusakan, sedikitnya lima unit excavator kuning tetap beroperasi melanjutkan aktivitas pengerjaan konstruksi di lokasi.