Petugas menyiayakan jalur khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) di Terminal Ajyad, Mekkah, guna meningkatkan kenyamanan selama ibadah haji. Langkah ini diambil untuk memisahkan rombongan rentan tersebut dari antrean umum yang padat, terutama bagi jemaah yang tinggal di wilayah Misfalah, seperti dilansir dari Cahaya.
"Pintu 3A kita khususkan untuk lansia atau risti," kata Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rif'at Sitorus.
Sejumlah jemaah berkursi roda bersama keluarga dan pembimbing terpantau telah memanfaatkan fasilitas tersebut dengan diarahkan menuju jalur khusus. Pengawalan ketat juga diberikan oleh petugas yang bersiaga di area khusus guna mendampingi para jemaah hingga mereka berhasil menaiki kendaraan.
"Ketika mereka sudah diarahkan ke pintu 3 khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus yang seharusnya dinaiki,ÔÇØ kata M. Rif'at Sitorus.
Pengaturan arus jemaah juga dilakukan dengan menyiagakan petugas di sepanjang lorong terminal menjelang puncak haji. Sistem buka tutup akses diterapkan pada jam-jam sibuk untuk mencegah terjadinya penumpukan serta aksi saling dorong.
"Sehingga jemaah itu dapat masuk ke dalam bis dengan nyaman. Tidak ada dorong-dorongan, sehingga tidak harus khawatir jemaah tertinggal oleh bus," ujar M. Rif'at Sitorus.
Penyesuaian operasional turut menyasar jadwal bus selawat pada hari Jumat, di mana pergerakan armada di Terminal Ajyad akan dihentikan sementara menjelang waktu shalat Jumat berdasarkan kebijakan otoritas keamanan Arab Saudi. Jemaah di wilayah Misfalah diimbau berangkat lebih awal ke Masjidil Haram karena terminal ditutup mulai pukul 08.00.
"Terminal Ajyad akan ditutup pukul 08.00, jadi tidak ada pergerakan armada bus ke pondokan," rincinya M. Rif'at Sitorus.
Saat ini terdapat 109 armada bus yang beroperasi untuk mendukung mobilitas jemaah di terminal tersebut. Otoritas terkait bakal terus menambah jumlah kendaraan secara bertahap guna mengantisipasi kedatangan jemaah haji gelombang kedua ke Kota Mekkah.
ÔÇ£Untuk jumlah armada saat ini berjumlah 109 armada yang sudah beroperasi. Dan akan bertambah terus ketika jemaah sudah mulai berdatangan nanti dari Jeddah sampai 140 armada,ÔÇØ tutup M. Rif'at Sitorus.