Seorang perawat dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Fransiska Mainake, menjalankan tugas medis untuk mengawal keselamatan jemaah haji Indonesia di kawasan Terminal Jabal KaÔÇÖbah, Makkah. Aksi kemanusiaan ini dilakukan di tengah kepadatan arus jemaah dan cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
Sebagaimana dilansir dari Cahaya, Fransiska bergabung dalam tim PKP2JH untuk memberikan pertolongan pertama serta pendampingan, terutama di wilayah sekitar Masjidil Haram. Fokus utamanya adalah memastikan kesehatan para tamu Allah yang menghadapi tantangan fisik berat selama prosesi ibadah.
"Motivasi saya yang pertama adalah ingin melayani jamaah calon haji Indonesia dari segi medis. Dan yang kedua, niatnya tentu untuk beribadah," ujar Fransiska Mainake, Perawat RSPAD Gatot Soebroto.
Selama bertugas, ia menghadapi berbagai situasi emosional, termasuk saat membantu jemaah lansia yang sempat tersesat di kawasan Dar Al Tawhid. Jemaah tersebut merasa khawatir tidak bisa melaksanakan salat di depan KaÔÇÖbah karena kepadatan massa yang luar biasa.
"Saya antar beliau ke sana. Beliau menangis terharu sambil memegang tangan saya erat sekali karena takut hilang, mengingat jamaah calon haji sangat padat. Beliau bersyukur dan terharu bisa sampai ke depan Ka'bah," kenang Fransiska Mainake, Perawat RSPAD Gatot Soebroto.
Interaksi harian dengan jemaah lansia memberikan sudut pandang baru bagi Fransiska mengenai arti kesabaran dan keteguhan hati. Ia mengamati bahwa semangat para jemaah tidak surut meskipun harus menunggu antrean keberangkatan selama bertahun-tahun.
"Saya terharu, mereka menunggu lama sekali dan perjuangan untuk ke sini itu tidak mudah. Sangat menakjubkan melihat betapa kuatnya tekad mereka untuk beribadah ke Tanah Suci dengan berbagai cara," ujar Fransiska Mainake, Perawat RSPAD Gatot Soebroto.
Tim PKP2JH juga menggencarkan edukasi kesehatan bagi jemaah kategori risiko tinggi (risti) guna mengantisipasi kondisi darurat seperti kelelahan atau pingsan. Dalam operasionalnya, petugas menerapkan sistem pendampingan atau buddy system untuk menjamin keamanan tim di lapangan yang dipadati jutaan orang.