PETA Desak Pentagon Hentikan Eksperimen Hewan Senilai USD 21 Juta

PETA Desak Pentagon Hentikan Eksperimen Hewan Senilai USD 21 Juta
Foto: Ilustrasi PETA Desak Pentagon Hentikan Eksperimen Hewan Senilai USD 21 Juta.

Organisasi hak asasi hewan PETA mendesak Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dan Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth untuk menghentikan pendanaan eksperimen hewan di laboratorium asing. Tuntutan ini disampaikan melalui surat resmi pada 6 Mei 2026 guna memangkas pemborosan anggaran publik.

PETA mengeklaim bahwa Pentagon telah mengucurkan lebih dari USD 21 juta ke laboratorium hewan luar negeri selama tujuh tahun terakhir. Secara total, organisasi tersebut menyebut terdapat dana publik senilai lebih dari USD 57 juta yang digunakan untuk pengujian hewan yang dinilai mengerikan.

"At a time of intensified scrutiny over the soaring costs of war and growing calls to rein in Pentagon spending, PETA respectfully offers a proposal that would reduce fiscal waste, modernize military science, and advance troop health," tulis PETA dalam suratnya sebagaimana dilansir dari Military.com.

Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan. Shalin Gala, Wakil Presiden metode laboratorium internasional di PETA, menyatakan bahwa fokus utama organisasi adalah mendorong penggunaan metode non-hewan bagi lembaga pemerintah dan universitas.

"We recently uncovered that the Pentagon has been quietly pouring tens of millions of taxpayer dollars into these cruel and wasteful animal experiments that are being conducted in foreign laboratories where public oversight is limited and accountability is weak," ujar Shalin Gala, Vice President International Laboratory Methods PETA.

Gala menambahkan bahwa catatan yang diperoleh menunjukkan dana sebesar USD 21 juta sejak 2019 digunakan untuk eksperimen yang melukai fisik hewan secara ekstrem. Hal ini mencakup pembakaran tikus, melumpuhkan babi, hingga merusak otak hewan untuk kepentingan penelitian militer.

"All of this fails to advance human health or military readiness, which at the end of the day, that's what any research funded by the Pentagon should be addressing, and these animal experiments are not meeting that goal," kata Shalin Gala.

PETA juga menyoroti pengujian toksisitas oksigen pada hewan oleh Angkatan Laut AS dan pengujian luka senjata oleh Angkatan Darat AS. Organisasi tersebut meminta Pentagon melakukan audit komprehensif terhadap seluruh kontrak, hibah, dan pinjaman yang terkait dengan riset tersebut.

"As an initial step, we ask that you align the DOD research, development, testing, evaluation (RDT&E) and training programs with the larger federal transition away from the use of animals in experimentation," tulis surat tersebut.

Menurut Gala, pengujian di luar negeri disetujui oleh Defense Health Agency (DHA) melalui Animal Care and Use Review Office. Meskipun ada pengawasan, ia menegaskan belum ada larangan eksplisit untuk mendanai eksperimen hewan di institusi luar negeri.

"There's still no prohibition on funding experiments in animals at foreign institutions," tutur Shalin Gala.

Praktik laboratorium luka ini dilaporkan telah ada sejak era pemerintahan Ronald Reagan pada tahun 1980-an melalui kebijakan Policy 84. Meskipun kebijakan tersebut dikabarkan telah dicabut pada Desember 2025, PETA tetap menuntut adanya larangan yang tertulis dengan jelas.

"The issue that we're having now is that while they've rescinded it, which is a good thing, there's still no explicit ban on such tests," ujar Shalin Gala.

Gala mendesak agar ada langkah nyata untuk melarang eksperimen serupa di masa depan demi kepastian hukum. PETA juga menemukan pengujian terkait luka senjata senilai hampir USD 35 juta sejak 2021 yang dilakukan di sembilan institusi berbeda, termasuk McLean Hospital dan Johns Hopkins University.

"So, we're wanting them to explicitly ban these sorts of experiments going forward," tegas Shalin Gala.

Laporan tersebut merinci berbagai kasus, termasuk penggunaan USD 600.000 di James Cook University Australia untuk membakar tikus dengan air mendidih. Selain itu, terdapat riset di University of Alberta Kanada senilai USD 429.000 yang menyebabkan penyakit jantung dan kerusakan otot pada anjing.

"If they've been using animals for decades, they're going to keep using animals unless there's a policy change," kata Shalin Gala.

InstitusiLokasiDana (USD)Jenis Eksperimen
James Cook UniversityAustralia600.000Pembakaran tikus dan pendarahan internal
Wayne State UniversityAmerika Serikat750.000Kerusakan otak musang (Havana Syndrome)
University of AlbertaKanada429.000Penyakit jantung dan kerusakan otot anjing
Ben-Gurion UniversityIsrael300.000Sistem komputasi pada kepala ikan mas
Italian Institute of TechnologyItalia298.000Pemotongan tentakel gurita hidup
University of AntofagastaChile173.000Simulasi luar angkasa invasif pada tikus

Artikel terkait

Rekomendasi