Pesawat Allegiant Air terpaksa melakukan putar balik pada Senin (18/5/2026) demi keselamatan penumpang. Keputusan ini diambil oleh pilot setelah mendeteksi adanya gangguan pada sistem penstabil tekanan udara di dalam kabin pesawat.
Insiden yang terjadi pada jenis Boeing 737-8200 tujuan Atlantic City, Amerika Serikat (AS) ini, dikutip dari Detik Travel. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Fort Lauderdale, Florida, pukul 09.20 waktu setempat dengan mengangkut total 187 orang.
Juru bicara Allegiant Air, Sonya Padgett mengatakan, kru kokpit menerima sinyal indikator yang menunjukkan adanya masalah pada sistem penstabil tekanan kabin saat pesawat mulai naik setelah lepas landas.
"Demi menjaga keselamatan, pilot segera menahan ketinggian pesawat dan memutuskan untuk kembali ke bandara asal," ujar Padgett.
Pihak maskapai penerbangan menegaskan tidak ada status darurat yang dideklarasikan, baik oleh kru pesawat maupun petugas Menara Pengawas Lalu Lintas Udara (ATC). Pesawat dilaporkan mendarat kembali dengan normal dan aman di bandara asal sebelum seluruh penumpang turun melalui pintu gerbang biasa.
Meski demikian, perubahan tekanan udara kabin secara mendadak saat fase lepas landas menimbulkan dampak fisik bagi para penumpang. Tim medis dan paramedis langsung dikerahkan ke gerbang kedatangan untuk memberikan pertolongan pertama, dilansir dari Aviation Today, Kamis (21/5/2026).
Kepala Batalyon Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sheriff Broward (BSO), Michael Kane, mengatakan paramedis melakukan evaluasi medis terhadap penumpang dan awak kabin setibanya pesawat di bandara.
"Kami menangani total 13 orang yang mengeluhkan sakit telinga parah atau barotrauma. Tiga orang di antaranya dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kane, dikutip dari Miami Herald.
Menindaklanjuti pembatalan tersebut, manajemen Allegiant Air segera menjadwalkan ulang penerbangan menuju Atlantic City menggunakan pesawat pengganti. Penerbangan susulan tersebut akhirnya berhasil diberangkatkan pada pukul 15.02 waktu setempat.
Sebagai bentuk kompensasi atas insiden ini, pihak maskapai menawarkan kompensasi berupa uang tunai sebesar 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta kepada setiap penumpang terdampak. Penumpang juga diberikan opsi alternatif berupa voucer perjalanan senilai 150 dollar AS atau kisaran Rp 2,6 juta.
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan terhadap rencana perjalanan mereka," ujar Padgett.