Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Gagal Mendorong Lompatan IHSG

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Gagal Mendorong Lompatan IHSG
Foto: Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Gagal Mendorong Lompatan IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mengalami penguatan terbatas di kisaran 7.017 atau naik sekitar 0,66 persen pada perdagangan sesi II Selasa (5/5/2026), meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 tumbuh positif sebesar 5,61 persen.

Realisasi produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tersebut dilansir dari Investortrust mencatatkan capaian yang melampaui estimasi awal pasar sebesar 5,39 persen, namun belum mampu memicu lonjakan signifikan pada indeks saham domestik.

Kondisi pasar modal yang cenderung bergerak stagnan ini dipengaruhi oleh pandangan para pelaku pasar terhadap sifat data makroekonomi tersebut, serta bayang-bayang sentimen negatif dari gejolak geopolitik global yang sedang berlangsung.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai bahwa data pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang bersifat terlambat sehingga respons investor menjadi terbatas.

ÔÇ£Pasar tidak terlalu memperhatikan data GDP growth karena sifatnya lagging, investor lebih melihat prospek ke depan. Dampaknya kemungkinan lebih terasa di kuartal II dan III,ÔÇØ ujar Rully, Selasa (5/5/2026).

Perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan olehnya akan terjadi pada kuartal berikutnya dengan perkiraan pada rentang 4,7 persen hingga 5 persen, di tengah situasi nilai tukar rupiah yang melemah ke level Rp 17.400 per dolar AS.

Faktor eksternal dari meningkatnya tensi politik antara Amerika Serikat dan Iran turut menahan laju pasar setelah militer AS mengklaim menghancurkan enam kapal Iran serta menembak jatuh rudal dan drone, yang berakibat pada kenaikan harga minyak WTI melampaui 3 persen ke angka US$105 per barel.

Selain itu, pergerakan indeks saham pada periode ini dianggap telah lebih dahulu merefleksikan laporan kinerja keuangan para emiten sepanjang kuartal pertama tahun ini ketimbang rilis data PDB terbaru dari pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi