Sistem Pertahanan Udara Rusia Halau 550 Drone Milik Ukraina

Sistem Pertahanan Udara Rusia Halau 550 Drone Milik Ukraina
Foto: Ilustrasi Sistem Pertahanan Udara Rusia Halau 550 Drone Milik Ukraina.

Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menggagalkan serangan udara besar-besaran yang terjadi semalam. Lebih dari 550 pesawat tanpa awak atau drone milik Ukraina berhasil dicegat oleh pasukan pertahanan, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Serangan udara masif tersebut terdeteksi menyasar lebih dari selusin wilayah di Rusia. Pihak berwenang menyatakan bahwa gempuran berskala besar ini telah diantisipasi oleh unit pertahanan udara di berbagai titik strategis.

"Aset tugas pertahanan udara mencegat dan menghancurkan 556 kendaraan udara tak berawak bersayap tetap milik Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia melalui media sosial pada hari Minggu.

Gempuran ini berdampak pada wilayah Moskow dan menimbulkan korban jiwa akibat jatuhnya pesawat tanpa awak tersebut. Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengonfirmasi insiden fatal tersebut terjadi akibat gempuran skala besar yang menyasar area di sekitar ibu kota Rusia sejak dini hari.

"Seorang perempuan tewas akibat UAV (drone) menghantam sebuah rumah pribadi. Satu orang lagi terjebak di bawah reruntuhan," tulis Gubernur Andrey Vorobyov di saluran Telegram miliknya. Ia menambahkan bahwa serangan pagi buta itu juga merenggut nyawa dua orang pria.

Upaya penghalauan serangan udara ini telah berjalan sejak pukul tiga pagi. Berdasarkan keterangan resmi, sejumlah fasilitas infrastruktur turut menjadi sasaran tembak, dan sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Sementara itu, wilayah dalam kota Moskow juga tidak luput dari target operasi udara ini. Pihak berwenang melaporkan sistem pertahanan udara berhasil mencegat setidaknya 74 drone semalam. Serangan di wilayah perkotaan ini menyebabkan 12 orang terluka.

"Kerusakan minor tercatat di lokasi-lokasi jatuhnya puing-puing drone," ungkap Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melalui unggahan di Telegram. Sobyanin menambahkan, total ada 120 drone yang berhasil dicegat di wilayahnya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Pusat kota Moskow sendiri terbilang jarang menjadi target langsung, meskipun area di sekitar ibu kota Rusia cukup sering menjadi sasaran pesawat tanpa awak.

Hingga saat ini, pihak berwenang Rusia tidak merinci dari mana drone-drone tersebut diluncurkan. Namun, Ukraina diketahui rutin meluncurkan serangan ke dalam wilayah Rusia dengan target situs militer dan energi. Aksi tersebut diklaim Kyiv sebagai respons atas pemboman harian oleh militer Rusia yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.

Eskalasi pertempuran antara kedua negara kembali meningkat setelah berakhirnya masa gencatan senjata selama tiga hari pada hari Selasa lalu, yang sebelumnya diikuti dengan agenda pertukaran tahanan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya juga telah bersumpah untuk meluncurkan lebih banyak serangan balasan, sehari setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang.

Artikel terkait

Rekomendasi