Pemerintah Arab Saudi Rampungkan Fasilitas Miqat Jelang Puncak Haji

Pemerintah Arab Saudi Rampungkan Fasilitas Miqat Jelang Puncak Haji
Foto: Ilustrasi Pemerintah Arab Saudi Rampungkan Fasilitas Miqat Jelang Puncak Haji.

Pemerintah Arab Saudi mematangkan berbagai persiapan operasional di Miqat Yalamlam dan Miqat Al-Juhfah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Langkah ini diambil seiring melonjaknya kedatangan jamaah dari jalur udara, laut, dan darat.

Kesiapan dua lokasi utama tersebut dilansir dari Cahaya berdasarkan data Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci. Otoritas setempat memfokuskan pembenahan pada aspek infrastruktur untuk mengantisipasi kepadatan jutaan jamaah yang melintas dalam waktu bersamaan.

Perbaikan fasilitas mencakup peningkatan jalur internal, penataan halaman, penguatan layanan kebersihan, serta perluasan area istirahat. Pemerintah Arab Saudi juga memperbarui sistem pendingin udara di area shalat, tempat wudhu, dan toilet guna mengantisipasi cuaca ekstrem.

Selain infrastruktur fisik, sistem petunjuk arah multibahasa dipasang untuk memudahkan jamaah dari berbagai negara memahami alur pelayanan. Jumlah personel lapangan, relawan, tim medis, serta layanan darurat turut dilipatgandakan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan pengumuman Mahkamah Agung Arab Saudi setelah sidang rukyat hilal pada Ahad, 17 Mei 2026, wukuf di Arafah ditetapkan jatuh pada 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah 1447 H. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha akan berlangsung pada 27 Mei 2026.

Menyikapi ketetapan jadwal dan kondisi cuaca panas tersebut, para pembimbing ibadah mengingatkan para jamaah untuk menjaga stamina. Prioritas utama disarankan tertuju pada pemeliharaan energi untuk mengantisipasi potensi dehidrasi selama fase puncak.

Imbauan mengenai manajemen pengelolaan energi ini disampaikan oleh Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus.

"Al-Hajju Arafah, haji itu intinya wukuf di Arafah. Maka sebelum itu jangan memforsir tenaga," ujar KH Abdullah Kafabihi Machrus, Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Ia meminta jamaah membatasi aktivitas sunnah yang menguras fisik secara berlebihan seperti umrah berulang kali sebelum wukuf. Upaya efisiensi tenaga ini dinilai krusial agar seluruh rukun wajib haji dapat terselesaikan secara optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi