Arab Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Musim Haji 2026

Arab Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Musim Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Siapkan 3,1 Juta Kursi Penerbangan Musim Haji 2026.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyiapkan kapasitas 3,1 juta kursi penerbangan guna melayani arus jemaah haji dunia pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026. Langkah masif ini didukung oleh operasional lebih dari 12.000 penerbangan reguler maupun charter melalui enam bandara utama di wilayah kerajaan.

Pengaturan mobilitas udara ini menjadi tulang punggung manajemen haji modern yang terintegrasi dengan visi Saudi Vision 2030. Dilansir dari Cahaya, enam titik utama pendaratan jemaah meliputi bandara di Jeddah, Madinah, Riyadh, Dammam, Taif, serta Yanbu untuk memastikan kelancaran arus masuk yang telah dimulai sejak 18 April 2026.

Pemerintah Indonesia melalui InJourney Airports juga telah mematangkan kesiapan 19 bandara di tanah air untuk memberangkatkan sekitar 205.333 jemaah mulai 22 April 2026. Sebanyak 14 bandara difungsikan sebagai embarkasi utama, sementara lima titik lainnya menjadi embarkasi antara bagi jemaah dari berbagai wilayah.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, memberikan jaminan mengenai kesiapan seluruh infrastruktur pendukung di bandara kelolaannya. Pihaknya memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal untuk melayani armada pesawat berkapasitas besar.

"Infrastruktur sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron telah dipastikan siap mendukung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A330," ujar Pahlevi.

Pihak pengelola bandara menekankan pentingnya ketepatan jadwal penerbangan mengingat volume jemaah yang sangat besar dalam satu periode waktu. Selain aspek teknis pesawat, otoritas terkait juga memperluas layanan Mecca Route di empat bandara yakni Soekarno-Hatta, Juanda, Adi Soemarmo, dan Sultan Hasanuddin.

Transformasi layanan tahun ini juga mencakup implementasi kartu Nusuk sebagai identitas digital wajib bagi jemaah di Tanah Suci. Sistem ini mengintegrasikan data identitas, izin akses ke Masjidil Haram, hingga pengaturan akomodasi guna meminimalkan kendala administratif dan meningkatkan keamanan mobilitas jemaah.

Pemerintah turut menempatkan tim medis di titik-titik strategis seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mengantisipasi risiko kelelahan dan dehidrasi. Jemaah diwajibkan memenuhi syarat istithaÔÇÖah kesehatan melalui pemeriksaan ketat sebelum jadwal keberangkatan dilakukan.

Artikel terkait

Rekomendasi