Pemerintah Arab Saudi menyatakan kesiapan total dalam menyelenggarakan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dengan melibatkan lima kementerian utama lintas sektor. Pengumuman kesiapan operasional ini disampaikan dalam konferensi pers di Riyadh pada Rabu, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Otoritas Kerajaan memproyeksikan kedatangan lebih dari 1,5 juta jemaah dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan rangkaian manasik di Tanah Suci tahun ini. Fokus utama penyelenggaraan terletak pada pengadopsian teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mengantisipasi lonjakan kepadatan di titik-titik krusial.
Menteri Media Arab Saudi, Salman Al-Dosari menjelaskan bahwa sistem penyelenggaraan tahun ini mengandalkan presisi tinggi melalui analisis pergerakan jemaah berbasis teknologi modern. Infrastruktur pendukung berupa jaringan 5G kini telah menjangkau seluruh kawasan suci secara menyeluruh.
"Kerajaan kini memiliki cakupan jaringan 5G di seluruh kawasan suci," ujar Salman Al-Dosari, Menteri Media Arab Saudi.
Pemanfaatan teknologi digital ini mencakup sistem navigasi, pemetaan kepadatan manusia, hingga pengaturan mobilitas di wilayah Armuzna. Selain aspek teknologi, Kementerian Urusan Islam juga telah memastikan ketersediaan lebih dari 20 ribu masjid dan pembagian dua juta mushaf Al-Qur'an.
Fasilitas transportasi dan logistik turut diperkuat dengan penyediaan lebih dari tiga juta kursi penerbangan yang terhubung ke 300 bandara internasional. Menteri Transportasi dan Logistik, Saleh Al-Jasser merinci pengerahan ribuan armada bus serta optimalisasi kereta api kawasan suci.
| Fasilitas | Jumlah/Kapasitas |
|---|---|
| Kursi Penerbangan | 3.000.000 unit |
| Bus Menuju Masjidil Haram | 3.000 unit |
| Bus Shuttle Operasional | 5.000 unit |
| Kapasitas Kereta Api Kawasan Suci | 72.000 penumpang/jam |
| Perbaikan Jalan | 6.000 kilometer |
Sektor kesehatan menjadi pilar penting lainnya dengan pengerahan puluhan ribu personel medis dan ribuan tempat tidur rumah sakit di kawasan suci. Penggunaan teknologi kesehatan masa depan seperti drone untuk pengiriman sampel medis dan Rumah Sakit Virtual Seha juga diperluas.
"Kerajaan kini memiliki cakupan jaringan 5G di seluruh kawasan suci," ujar Fahad Al-Jalajel, Menteri Kesehatan Arab Saudi.
Pemerintah juga memastikan kemudahan administratif melalui kartu identitas digital Nusuk yang telah menjangkau puluhan juta pengguna. Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah menegaskan efektivitas aplikasi tersebut dalam memandu jemaah selama berada di Arab Saudi.
"Seluruh jemaah internasional kini telah menerima kartu identitas digital Nusuk," kata Tawfiq Al-Rabiah, Menteri Haji dan Umrah.
Implementasi program Makkah Route Initiative yang memasuki tahun kedelapan kini telah mencakup 16 negara untuk mempercepat proses imigrasi. Arab Saudi turut mengaktifkan layanan terjemahan khutbah Arafah ke dalam 50 bahasa guna melayani keberagaman latar belakang jemaah.